Melahirkan Secara Normal atau Caesar?


Kehadiran buah hati di tengah keluarga memang sangat mengharukan, apalagi persalinan yang akan dijalani sesuai harapan. Bagaimanapun, melahirkan secara normal adalah cara terbaik. Persalinan normal memiliki beberapa keuntungan seperti risiko minimal pada ibu dan bayi. Biaya persalinannya lebih murah, proses pemulihan lebih cepat sehingga perawatan pasca melahirkan biasanya lebih singkat. Karena melalui proses alami, rahim pun akan kembali ke bentuk semula sekitar 42 hari. Secara biologi, persalinan normal memicu kelenjar susu memproduksi kolostrum untuk dihasilkannya air susu.    Selain itu, bayi yang lahir secara normal memiliki daya tahan tubuh terhadap alergi yang lebih tinggi dan risiko asma juga rendah. Pada persalinan normal, proses persalinan dilakukan lewat cara alami, yaitu melalui vagina.  Jikapun digunakan obat-obatan, biasanya penggunaannya diusahakan seminimal mungkin.  Pada kasus-kasus tertentu, bisa saja persalinan normal ini membutuhkan bantuan alat tambahan, seperti forsep ataupun vakum.


melahirkan secara normal atau caesar

Ada 3 hal yang perlu diingat jika Ibu menginginkan persalinannya berlangsung secara normal. 
  1. Bayi. Karenanya, selama kehamilan, Ibu disarankan melakukan kontrol secara rutin.  Dokter akan selalu melakukan USG untuk memantau kondisi kesehatan janin, seperti jumlah janin, apakah tunggal atau kembar, posisi janin, apakah letak kepala atau posisi melintang/sungsang, memeriksa ukuran janin (bobot tubuhnya) apakah normal untuk usia kandungan tertentu.  Dokter juga dapat memantau keadaan plasenta dan tali pusatnya, jumlah air ketuban, dan kelainan pada janin dan rahim.
  2. Ibu. Faktor jalan lahir pada ibu berkaitan dengan ukuran panggul, apakah cukup luas untuk dilewati saat proses persalinan nanti.  Selain itu, Ibu pun harus dinyatakan sehat secara fisik, artinya tidak menderita penyakit lain, seperti hipertensi, penyakit jantung atau asma.
  3. Kontraksi saat persalinan. Kontraksi ini sangatlah penting, karena merupakan sumber tenaga dalam proses persalinan. Kontraksi yang baik adalah kontraksi yang simultan, semakin lama semakin lama dan semakin sering. Jika kontraksi tidak teratur, makin melemah atau hilang-timbul, bahkan tidak ada kontraksi sama sekali yang mengharuskan si ibu diinduksi dengan pemberian hormon oksitosin melalui infus atau prostaglandin melalui vagina. 
Selain 3 faktor tersebut, faktor psikis juga sangat berpengaruh, yaitu kondisi psikis si ibu.  Dukungan dari si ayah ataupun kerabat keluarga lain, sangat diperlukan demi kelancaran persalinan, selain tenaga medis yang menanganinya.  Hindarkan stres karena akan memengaruhi serviks dan menyebabkan ketegangan pada vagina sehingga persalinan menjadi tidak lancar.
Dari seluruh faktor diatas, indikasi persalinan normal, yaitu : panggul ibu normal, presentasi janin letak kepala, plasenta dan tali pusat normal, tidak ada kelainan jalan lahir seperti tumor (mioma, kista indung telur), tidak ada penyakit berat/spesifik pada ibu : jantung, asma berat, , minus tinggi, HIV, hepatitis. Namun ada satu hal yang perlu anda ingat mengenai hal ini, keputusan tersebut bisa saja berubah jika kondisi medis si ibu ataupun bayi tidak memungkinkan.
Operasi seksio, operasi caesarPersalinan melalui operasi caesar ada 2 jenis, yaitu operasi terencana (elektif) dan operasi segera (cito). Pada operasi caesar terencana (elektif), operasi caesar telah direncanakan jauh hari sebelum jadwal melahirkan dengan mempertimbangkan keselamatan ibu maupun janin. Beberapa keadaan yang menjadi pertimbangan untuk melakukan operasi caesar secara elektif, antara lain : bayi besar dengan perkiraan berat lebih dari 4 kilogram, kelainan letak janin (melintang, sungsang), kelainan janin (hidrosefalus yang ingin diselamatkan), plasenta previa (ari-ari menutupi jalan lahir), janin kembar dengan janin terbawah bukan letak kepala, evaluasi jalan lahir - panggul sempit, usia > 40 th dengan komplikasi seperti darah tinggi, diabetes, ibu dengan komplikasi berat (jantung,eklampsia), adanya hambatan dijalan lahir (kista dan miom besar), riwayat sesar 2 kali atau lebih, ketuban pecah lama, oligohidramnion (cairan ketuban sedikit).
Sedangkan operasi caesar segera (cito) adalah tindakan operasi yang hanya dilakukan jika terjadi kemacetan pada persalinan normal atau jika ada masalah pada proses persalinan yang dapat mengancam nyawa ibu dan janin. Beberapa keadaan yang memaksa terjadinya operasi caesar cito, antara lain : gawat janin, persalinan macet, ibu mengalami hipertensi dalam kehamilan (preeklamsia) dan ancaman kejang akibat eklamsia, serta terjadi pendarahan sebelum proses persalinan.
Bila Ibu bersalin secara caesar, maka ada beberapa hal ketidaknyamanan yang kelak dirasakan meski operasi dijalankan sesuai standar operasionalnya.  Beberapa hari pertama pascapersalinan, akan timbul rasa nyeri hebat yang kadarnya dapat berbeda-beda pada setiap Ibu.  Masa perawatan lebih lama, sehingga waktu rawat inap pun lebih lama, masa pemulihan lebih lama pula, bahkan terkadang beberapa ibu masih merasakan nyeri di sekitar luka bekas operasi meski persalinan sudah lewat beberapa tahun. Pada bekas jahitan akan muncul keloid atau bekas luka yang membentuk benjolan memanjang, sehingga menganggu estetika perut ibu. Jika tidak dirawat dengan baik, luka bekas operasi bisa terinfeksi. Selain itu risiko perdarahan lebih besar, dan biaya persalinan caesar lebih mahal.

Menjaga Kesehatan Kulit Bayi




Kulit bayi yang baru lahir memang berbeda dengan kulit orang dewasa. Kulit mereka tiga kali lebih tipis, lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa. Dan melalui sentuhan pada kulit pula bayi belajar mengenali lingkungannya. Merawat kulit bayi merupakan salah satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh para ibu. Hal ini disebabkan oleh kulit bayi yang masih sangat muda dan sensitif yang rentan akan berbagai unsur penyakit dan berbagai macam gangguan lainnya. Apabila kulit bayi tidak dijaga dan dirawat maka bayi sering mengalami alergi, iritasi, ruam dan biang keringat.
Adapun beberapa tips menjaga dan merawat kulit bayi adalah :

menjaga kesehatan kulit bayi

  1. Mandi. Selalu mandikan bayi dengan air hangat. Cek suhu air dengan memasukkan tangan atau siku anda ke dalam air, jangan sampai air terlalu panas atau dingin. Untuk menjaga kelembaban dan kelembut kulit bayi tambahkan beberapa tetes baby oil ke dalam bak mandi. Sebaiknya bayi tidak mandi busa, karena dapat mengeringkan kulit bayi.
  2. Bersihkan kulit bayi dari kotoran yang menempel di kulit, terutama kotoran yang menempel pada lipatan, di sela-sela jari, ketiak dan selangkangan. Setiap buang air besar, bilas anus dan daerah sekitarnya dengan menggunakan air bersih, atau tisu atas kapas basah tanpa alkohol, kemudian keringkan dengan handuk dengan cara menepuk-nepuk   bukan menggosok.
  3. Gunakan produk yang aman untuk bayi. Pilih produk yang hypoallergenic tanpa parfum atau tanpa zat pewarna dan hindari produk untuk orang dewasa seperti pelembab, sampo, dan sabun mandi yang biasanya mengandung zat pewarna, bahan kimia, dan parfum yang dapat mengiritasi kulit bayi.
  4. Gunakan pakaian dan popok atau kain berbahan katun agar mudah menyerap keringat,  hindarilah pakaian bahan sintetis. Ukuran pakaian harus sedikit longgar agar bayi nyaman.
  5. Kenali masalah kulit. Beberapa gangguan kulit yang dapat terjadi pada bayi Anda seperti biang keringat, ruam popok popok, jamuran. Biang keringat akan muncul dalam bentuk bintik-bintik merah kecil di tempat yang sering basah oleh keringat, misalnya di dahi, leher, ketiak, punggung dan daerah yang tertutup pakaian. Cara mengatasinya dengan membersihkan kulit dengan memandikan atau dilap kemudian keringkan. Ganti pakaian yang basah oleh keringat, gunakan pakaian yang longgar,  menempatkan bayi di ruangan sejuk dan nyaman. Kadang-kadang, bayi bisa mengalami infeksi jamur di lipatan kulit. Jamur dapat tumbuh area yang cenderung lembab. Seringkali ditemukan pada lipatan paha dan pantat akibat penggunaan popok yang lembab, yang dikenal sebagai ruam popok. Anda dapat mencegah dan mengatasi ruam dengan menjaga kulit tetap kering, misalnya dengan selalu memastikan popok dalam keadaan kering, pilih popok yang memiliki daya serap baik, ganti popok sesering mungkin. Perhatikan juga ukuran popok jangan terlalu ketat sehingga menggangu sirkulasi kulit dan dapat menyebabkan lecet akibat gesekan saat bayi bergerak. Bila ruam tidak membaik atau cenderung menyebar dalam beberapa hari, periksakan bayi Anda ke dokter.
  6. Batasi paparan cuaca yang membuat bayi tidak nyaman. Bila cuaca dingin kenakan pakaian dan selimut agar bayi tetap hangat. Lindungi bayi dari sinar matahari langsung yang mengandung radiasi ultraviolet, terutama sinar matahari di atas jam 9 pagi.
  7. Pijat bayi. Pijat bayi bermanfaat menjaga kesehatan, meningkatkan kekebalan tubuh dan merangsang tumbuh kembang anak. Untuk memijat cukup sediakan alas tidur di ruangan yang hangat. Baringkan bayi Anda di atas selimut lembut. Ambil sedikit baby oil atau lotion ringan dan hangatkan di telapak tangan Anda. Kemudian, pijatlah tangan, kaki, dada, perut dan punggung bayi secara perlahan, dengan menggunakan sentuhan lembut. Setelah pemijatan, bersihkan bayi dengan memandikan atau melap dengan air hangat. Dengan teratur melakukan pemijatan, maka akan membantu menjaga kebersihan dan kesehatan kulit buah hati Anda.


Tips Agar Anak Sehat Selama Musim Hujan


Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kalimat tersebut sangat sesuai dengan kondisi tubuh menghadapi musim hujan sekarang ini. Untuk mencegah penyakit yang bertebaran sebaiknya persiapkan payung sebelum hujan. Seperti yang diketahui musim hujan merupakan musim yang rawan penyakit, seperti demam, flu dan pilek serta penyakit lain yang mudah menular. Maka dari itu musim hujan memang harus selalu diperhatikan, terutama untuk menjaga kesehatan anak Anda. Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan anak. Berikut ulasannya.

tips mencegah anak sakit saat musim hujan

  1. Pola makan yang teratur. Cara sederhana untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah membiasakan anak untuk makan teratur, tentu saja dengan menu yang bergizi dan seimbang. Perbanyak konsumsi buah dan sayur, terutama yang mengandung vitamin C. Bila diperlukan, anak juga dapat diberikan suplemen vitamin untuk menjaga kekebalan tubuh dan meningkatkan nafsu makan.
  2. Istirahat yang cukup. Biasakan anak tidur siang, karena baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan istirahat, anak akan terhindar dari kelelahan dan sistem kekebalan tubuh akan bekerja dengan optimal.
  3. Olahraga. Ajak anak untuk melakukan aktivitas fisik yang membuatnya lebih banyak menggerakkan tubuh, seperti senam ringan, melompat atau berlari-lari kecil.
  4. Membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan mana atau minum serta sehabis buang air kecil/air besar, setelah bermain dan setelah memegang binatang peliharaan.
  5. Minumlah hanya minum air matang atau  air yang sudah mendidih, mengkonsumsi makanan yang telah dimasak.  Walau musim hujan, tubuh terus memerlukan cairan supaya terus kuat melakukan aktivitas. Tutup makanan yang disajikan dengan tudung saji.
  6. Hindari membeli makanan di sembarang tempat. Umumnya saat musim hujan, kemungkinan makanan dapat tercemar oleh kumam patogen yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Apalagi cara pengolahan dan penyajiannya tidak higienis. Sebaiknya konsumsi makanan yang kita olah sendiri untuk menjamin kebersihannya, atau jika membeli makanan jadi, usahakan pada tempat yang Anda percayai terjamin kebersihannya.
  7. Mandi menggunakan air hangat, dan segera mandi bila kehujanan. Pada musim hujan, cuaca biasanya lebih dingin, sehingga mandi dengan air hangat dapat membuat tubuh lebih segar dan mencegah hipotermia. Bila anak kehujanan, segera mandi mereka sehingga terhindar dari infeksi kuman yang terdapat pada air hujan.
  8. Menjaga kebersihan lingkungan. Musim hujan sangat identik dengan penyakit, terutama demam berdarah. Penyebabnya adalah banyaknya genangan air sehingga membuat nyamuk cepat berkembang biak. Untuk itu sebaiknya Anda tidak bisa lupa selalu rajin membersihkan tempat tinggal rajin. Tidak menumpuk sampah serta tutup area genangan air. Lindungi anak dengan memberikan losion anti nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk.
  9. Hindari kontak dengan orang yang sakit. Sistem kekebalan tubuh pada anak tidak sebaik orang dewasa. Mereka sangat rentan terinfeksi oleh orang lain yang berada di lingkungannya. Sehingga untuk mencegah anak terinfeksi, sebaiknya hindari mereka dengan orang yang sedang sakit. Bila orangtua yang mengalami sakit, dianjurkan menggunakan masker selama kontak dengan anak, dan rajinlah mencuci tangan untuk menghindari tertularnya bakteri atau virus kepada anak.
  10. Lakukan vaksinasi untuk anak-anak Anda. Bawa anak-anak Anda ke dokter dan mencari rekomendasi untuk mendapatkan vaksinasi yang tepat guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka terhadap penyakit anak pada umumnya. Beberapa vaksinasi yang dianjurkan untuk anak seperti vaksin tifoid, influenza, MMR dan hepatitis A.




Mimisan Pada Anak - Pertolongan Pertama di Rumah dan Tips Pencegahannya

pertolongan pertama mimisan pada anak

Epistaksis, yang lebih dikenal sebagai mimisan adalah suatu keadaan dimana darah keluar dari hidung secara tiba-tiba akibat pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada hidung.  Anak-anak kerap mengalami mimisan karena struktur selaput lendir dan pembuluh darah di hidung lebih tipis dan sensitif sehingga lebih rentan mengalami  gangguan. Gangguan mimisan umumnya akan berkurang seiring bertambahnya umur karena dengan semakin bertambahnya umur, pembuluh darah dan selaput lendir di hidung sudah semakin kuat, hingga tak mudah pecah.
Penyebab mimisan pada anak dapat berupa trauma dan non trauma. Trauma dapat disebabkan oleh adanya benturan atau gesekan yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah pada hidung. Penyebab non trauma bisa berupa kelainan pada septum hidung. Selain itu mimisan juga dapat terjadi pada anak dengan riwayat alergi. Karena alergi akan memicu anak untuk mengucek hidung secara berlebihan, serta terjadinya bersin-bersin akan mempermudah pecahnya pembuluh darah di hidung. Mimisan juga dapat terjadi akibat perbedaan suhu udara yang drastis misalnya berpindah dari udara panas lalu masuk ke ruangan ber-AC atau sebaliknya. Flu, membuang ingus terlalu keras serta, infeksi seperti sinusitis, demam berdarah, tifus serta campak juga dapat menyebabkan terjadinya mimisan.
Mimisan umumnya tidak berbahaya selama mimisan tersebut berhenti spontan dengan perdarahan yang minimal, anak terlihat sehat dan aktif serta tidak adanya keluhan sesak nafas. Meski pada umumnya kasus mimisan tidak berbahaya, orangtua hendaknya waspada jika frekuensi mimisan pada anak cukup sering terjadi, karena ada kemungkinan anak mengidap penyakit berbahaya seperti ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), demam berdarah, leukemia, talasemia berat, hemofilia atau tumor pada hidung.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai langkah pertolongan pertama untuk mengatasi mimisan :
  1. Jangan panik, posisikan anak duduk atau posisi kepala lebih tinggi dari jantung, jangan dibaringkan untuk mencegah darah kembali masuk ke hidung.
  2. Kemudian minta anak untuk bernafas melalui mulut.
  3. Tekan atau jepit semua bagian lunak hidung secara bersama-sama dengan jempol dan jari telunjuk. Lakukan hal tersebut selama 5 menit, ulangi beberapa kali sampai pendarahan berhenti.
  4. Kompreskan es batu yang sudah diremukkan dan dibungkus dengan kain pada hidung dan pipi.

Tanda bahaya yang harus diwaspadai sehingga Anda perlu segera membawa anak Anda ke dokter atau rumah sakit terdekat yaitu jika setelah 15 menit setelah pertolongan pertama masih terjadi mimisan, atau anak tampak pucat, berkeringat dingin atau kurang berespons terhadap lingkungan, jumlah darah yang keluar sangat banyak, anak menjadi sesak dan sulit bernafas, serta mimisan yang terjadi setelah adanya benturan yang keras pada daerah hidung/wajah.

Tips yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah terjadinya mimisan pada anak, seperti :
  • Jangan biarkan anak mengorek hidungnya, bila sedang pilek jangan mengeluarkan ingus terlalu keras
  • Jauhkan anak dari asap rokok ataupun bahan kimia lainnya serta pencetus alerginya
  • Awasi anak saat bermain, untuk mencegah terjadinya kecelakaan, serta jangan sampai anak memasukkan benda kecil ke dalam lubang hidung.
  • Hindari anak dari cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur terutama saat anak sakit.

Kenali Gangguan saat Hamil Muda

Kenali Gangguan saat Hamil Muda


Kehamilan adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap wanita yang sudah menikah. Kehamilan merupakan hal yang istimewa karena setiap kehamilan memiliki keadaan yang tidak sama dengan kehamilan lainnya. Setiap ibu yang sedang hamil, tentunya menginginkan kehamilannya dalam keadaan yang normal tanpa adanya gangguan. Namun ada kalanya kehamilan tersebut berubah menjadi patologis. Ada beberapa kelainan yang dapat mengancam kesehatan ibu dan janin yang sedang dikandung selama masa hamil muda, terlebih lagi terdapat tanda perdarahan yang tidak normal. Berikut ini adalah penyebab perdarahan pada wanita hamil muda :

kenali gangguan saat hamil muda

Keguguran (abortus)
Keguguran atau abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum janin dapat hidup di dunia luar. Abortus juga diartikan sebagai berakhirnya kehamilan pada umur kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Secara umum, abortus dapat terjadi spontan dan buatan. Keguguran spontan sendiri sebabnya belum jelas, namun diketahui beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian abortus, misalnya gangguan perkembangan sel telur yang abnormal akibat kelainan genetik, faktor kondisi ibu seperti infeksi, penyakit-penyakit kronis (misalnya kelainan hormon), dan trauma (riwayat operasi atau kecelakaan saat hamil), serta adanya kelainan rahim seperti serviks yang inkompeten, tumor di rahim, kelainan bentuk rahim, dan sebagainya. Abortus buatan adalah keguguran yang disengaja, baik karena alasan medis ataupun tanpa alasan medis yang melanggar hukum.


gangguan abortus pada kehamilan

Tanda abortus adalah perdarahan, nyeri yang terus-terusan, bahkan keluarnya sesuatu seperti daging. Namun mungkin saja perdarahan tidak disertai rasa nyeri. Mengingat terdapat beberapa jenis abortus, maka ibu hamil muda dengan keluhan perdarahan harus segera memeriksakan kehamilannya. Karena sebisa mungkin kehamilan harus dipertahankan sampai usia kandungan cukup bulan dimana diharapkan seluruh organ tubuh bayi mencapai keadaan yang matang.
Untuk menentukan masih adanya kehidupan janin dilakukan dengan pemeriksaan ultrasonografi, dilihat gerakan denyut jantung janin dan gerakan janin. Namun jika kehamilan tidak bisa dipertahankan lagi, maka segera harus dilakukan tindakan medis karena dapat membahayakan keselamatan ibu. Tindakan yang dilakukan untuk mengeluarkan janin yang gugur atau jaringan yang tersisa dengan obat yang berefek menstimulasi kontraksi uterus serta dilakukan tindakan kuretase.
Setelah abortus, perlu diperiksa lebih lanjut mengenai penyebab abortus. Ibu diharapkan tidak hamil dalam waktu 3 bulan, untuk memberi kesempatan rahim kembali normal.

Kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik)

kehamilan ektopik gangguan saat hamil

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim/kandungan. Kehamilan dapat terjadi di tuba falopii (saluran telur), di ovarium (indung telur), di rongga perut, dan tempat lainnya. Paling sering kehamilan ektopik terjadi di saluran telur. Ada beberapa penyebab terjadinya kehamilan di luar rongga rahim, antara lain infeksi pada saluran telur, ada riwayat operasi saluran telur, adanya cacat bawaan, kehamilan ektopik sebelumnya, penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim, dan abortus buatan.
Kehamilan ektopik biasanya baru memberikan gejala-gejala yang jelas dan khas kalau sudah terganggu. Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu di daerah saluran telur adalah terlambat haid, nyeri perut di bagian bawah yang tiba-tiba dan sangat nyeri, kadang-kadang nyerinya lebih terasa di sebelah kiri atau kanan, keluarnya darah berwarna coklat tua dan sedikit, pusing dan bahkan bisa pingsan akibat perdarahan di dalam. Gejala lainnya yang juga dapat timbul antara lain adalah nyeri saat perut dipegang, pembesaran rahim (namun biasanya besarnya rahim lebih kecil dari usia kehamilan yang seharusnya), dan gangguan kencing.
Untuk mengetahui adanya kehamilan ektopik, perlu dilakukan pemeriksaan USG. Kehamilan ektopik tidak bisa diobati sebab jika dipertahankan akan membahayakan ibu sebab janin tersebut akan pecah dan memicu terjadinya pendarahan yang hebat dan dapat menyebabkan kematian pada ibu. Penanganan terhadap kehamilan ektopik adalah dengan mengakhiri kehamilan. Pengakhiran kehamilan dapat dilakukan melalui obat-obatan atau operasi. Untuk kehamilan dengan usia kehamilan beberapa minggu, operasi adalah tindakan yang lebih aman dan memiliki angka keberhasilan lebih besar daripada obat-obatan. Seseorang yang mengalami kehamilan ektopik memiliki risiko untuk terjadinya kehamilan ektopik pada kehamilan berikutnya, namun bukan berarti ibu tidak dapat mengalami kehamilan normal.

Kehamilan kosong (blighted ovum)
Kehamilan tanpa janin atau telur kosong adalah kehamilan yang tidak diikuti oleh pertumbuhan janin di dalam rahim, hanya berisi cairan. Pada kondisi blighted ovum kantung kehamilan akan terus berkembang, layaknya kehamilan biasa, namun sel telur yang telah dibuahi gagal untuk berkembang secara sempurna. Blighted ovum sering berakhir dengan abortus. Biasanya baru diketahui saat kehamilan memasuki usia pertengahan triwulan pertama, karena memang pada awalnya kehamilan berjalan baik dan normal tanpa ada tanda-tanda kelainan.
beda gambaran usg kehamilan normal dengan blighted ovum
 Faktor penyebabnya adalah kelainan kromoson atau gen pada sel telur atau sperma, infeksi pada ibu dan gangguan hormonal. Pemeriksaan USG dapat dipakai sebagai konfirmasi adanya kehamilan kosong ini. Pada dasarnya, kehamilan kosong tidak berdampak pada keselamatan si ibu. Dan tindakan yang dilakukan adalah kuretase. Blighted ovum tidak berpengaruh terhadap rahim ibu atau terhadap masalah kesuburan. Seseorang yang pernah mengalami blighted ovum dapat kembali hamil normal.

Kehamilan anggur (molahydatidosa)
Hamil anggur atau molahydatidosa adalah kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terbentuk akibat kegagalan pembentukan janin, dimana terjadi gangguan pertumbuhan plasenta. Istilah hamil anggur digunakan karena bentuk bakal janin tersebut mirip dengan gerombolan buah anggur. Penyebab penyakit ini belum diketahui pasti, namun diduga karena kelainan genetik, kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah rahim.
kehamilan anggur molahidatidosa

Tanda dan gejala pada hamil anggur adalah tidak ada gerakan janin, rahim lebih besar dari umur kehamilan, dan keluar gelembung cairan mirip buah anggur bersamaan dengan perdarahan. Pemeriksaan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan HCG (human chorionic gonadotrophin) urin atau serum untuk pemeriksaan kehamilan serta pemeriksaan USG. Hamil anggur bisa mengakibatkan krisis hormon tiroid dalam darah, yang juga dapat mengakibatkan kematian ibu.
Tindakan yang dilakukan untuk wanita yang masih ingin punya anak adalah dengan membersihkan rahim (kuretase). Sedangkan untuk yang tidak ingin punya anak, dapat dilakukan dengan pengangkatan rahim (histerektomi).

Persiapan Ibu Jelang Persalinan

Mempersiapkan persalinan merupakan momen yang membahagiakan bagi calon ibu dan ayah. Meski demikian, tak jarang juga calon orang tua diliputi cemas yang berlebih mengenai bagaimana proses persalinan kelak berlangsung. Banyak hal yang harus dipersiapkan menjelang persalinan. Mulai dari persiapan mental, fisik, sampai finansial.

Persiapan ibu menjelang persalinan


Persiapan Fisik
Proses persalinan adalah proses yang melelahkan, untuk itu perlunya dilakukan persiapan fisik semenjak awal kehamilan hingga memasuki masa perkiraan melahirkan. Persiapan fisik berkaitan dengan masalah kondisi kesehatan ibu. Jika ditemukan riwayat darah tinggi atau asma berat, misalnya, berarti tidak bisa dilakukan persalinan normal, sehingga sejak awal kehamilan, sudah harus direncanakan kelahiran dengan operasi. Ibu dianjurkan makan makanan bergizi dan minum yang cukup banyak, istirahat yang cukup serta tetap melakukan aktivitas seperti berjalan pagi, atau kegiatan rumah lainnya. Selain itu ibu diwajibkan untuk melakukan imunisasi pada ibu hamil. Ibu juga perlu memahami gambaran jelas dan sistemis tentang jalannya persalinan, mengetahui teknik mengedan dan bernafas yang baik, sehingga alangkah baiknya bila ibu mengikuti kelas ibu hamil serta senam hamil. Persiapan fisik yang lain adalah rutinitas dalam memeriksakan kehamilan ke petugas kesehatan. Bagi ibu yang usia kehamilannya antara satu hingga enam bulan, disarankan memeriksakan diri sebulan sekali. Bila usia kehamilannya mencapai tujuh hingga delapan bulan disarankan memeriksakan diri setiap dua minggu. Dan kehamilan sembilan bulan hingga bersalin dianjurkan memeriksakan diri sekali dalam seminggu.
Persiapan psikologis
Salah satu yang harus dipersiapkan ibu menjelang persalinan yaitu hindari kepanikan dan ketakutan dan bersikap tenang. Dukungan dari orang-orang terdekat seperti suami, orangtua dan keluarga, adanya perhatian dan kasih sayang tentu akan membantu memberikan semangat untuk ibu yang akan melahirkan. Hal lain yang dapat membantu persiapan secara psikologis adalah dengan cara mencari pengetahuan seluas-luasnya tentang masalah kehamilan dan persalinan dengan membaca buku atau hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah kehamilan serta konsultasi kepada petugas kesehatan. Perasaan cemas pada ibu hamil bisa berdampak buruk terutama pada kesehatan ibu dan janin.
Persiapan finansial
Persiapan finansial bagi ibu yang akan melahirkan merupakan suatu kebutuhan yang mutlak harus disiapkan, sehingga dapat mencukupi kebutuhan selama kehamilan berlangsung sampai persalinan. Untuk itu sebaiknya Ibu sudah menganggarkan biaya untuk persalinan.
Selain persiapan tersebut, ada beberapa hal yang tidak kalah pentingnya, seperti mempersiapkan barang apa saja yang harus dibawa ke RS. Termasuk, siapa yang akan mendampingi, siapa penolong dalam persalinan, transportasi yang akan digunakan ke tempat melahirkan, siapa yang akan menjadi donor darah seandainya memerlukan transfusi darah, alternatif rumah sakit jika terjadi kesulitan, termasuk soal biayanya.

Tidak hanya itu, ibu juga harus mengetahui kapan harus ke menghubungi bidan, dokter ataupun langsung ke rumah sakit. Tanda awal persalinan dapat dikenali ibu hamil dengan adanya tanda akan melahirkan berikut ini :

    Tanda mau melahirkan
  1. Keluar lendir yang bercampur dengan darah. Warnanya biasanya kemerahan dan terkadang juga kecoklatan, tekstur lendir tersebut seperti ingus dan dikenal dengan istilah bloody show. Hal ini disebabkan adanya terjadinya proses pelunakan, pelebaran, serta penipisan mulut rahim ibu hamil.
  2. Pecahnya air ketuban.Ketuban ini membungkus janin dan di dalamnya terdapat cairan yang berfungsi sebagai bantalan agar janin bisa terlindungi dan juga membuat ia bebas bergerak dan tidak terkena gangguan dari luar. Cairan ketuban umumnya bening, tidak berbau dan akan terus keluar sampai ibu akan melahirkan. Bisa keluar secara cepat atau pun keluar sedikit demi sedikit (merembes). Jika air ketuban telah pecah, ibu segera ke dokter dalam waktu 24 jam untuk mendapatkan pertolongan persalinan karena air ketuban semakin lama semakin habis dan ini bila dibiarkan akan sangat berbahaya kepada janin yang dikandungnya.
  3. Rasa nyeri pada bagian perut. Nyeri ini bersumber dari tekanan panggul saat janin hendak turun ke arah tulang panggul.
  4. Kontraksi pada otot-otot rahim akibat dari peningkatan hormon oksitosin, bertujuan untuk mendorong janin keluar dari rahim secara perlahan. Kontraksi akan semakin sering dan durasi waktunya semakin singkat.

Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak

Merawat gigi dan gusi anak sebaiknya diterapkan sedini mungkin bahkan sebelum giginya mulai tumbuh. Perawatan gigi pada anak dapat dimulai pada saat pertama kali tumbuh gigi susu, yaitu pada usia anak memasuki bulan keenam, perawatan yang dilakukan dapat melalui dua cara yaitu perawatan gusi dan perawatan gigi susu.
Perawatan Gusi. Tanda gusi yang sehat adalah berwarna merah muda, permukaan gusi terdapat bintik bintik, bagian tepi gusi tidak mengalami pembengkakan, dan gusi tidak mudah berdarah. Perawatan yang sederhana dapat anda lakukan dengan menyeka gusi anak (membersihkan gusi anak dengan kain halus) setelah minum asi atau susu formula. Caranya adalah dengan menggunakan kain halus yang dibasahi dengan air hangat, kemudian dibalutkan ke ibu jari anda. Sebaiknya dilakukan setelah anak makan, apabila tidak memungkinkan anda dapat menjadwalkan dengan rutin yaitu dua kali sehari pada pagi dan menjelang tidur.
Perawatan Gigi Susu. Gigi susu mulai tumbuh biasanya pada usia 6 bulan, namun jangan terlalu khawatir karena ada beberapa anak yang tumbuh gigi bahkan sampai usia 15 bulan. Ajari anak kebiasaan menggosok gigi dua kali sehari, terutama setelah makan dan sebelum anak tidur. Lakukan sikat lembut di bagian dalam dan luar dari setiap gigi anak Anda serta lidahnya juga untuk membersikan bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut. Gunakan sikat gigi anak dengan kepala yang lebih kecil dan bulu sikat yang lembut sehingga tidak melukai gusinya. Pasta gigi sebaiknya tidak digunakan sebelum anak berusia 18 bulan. Setelah itu coba gunakan pasta gigi dengan kadar fluoride rendah / pasta gigi khusus anak-anak dengan bahan yang tidak berbahaya bila tertelan. Gunakan pasta gigi secukupnya saja, hanya sebesar kacang tanah, disesuaikan dengan umur anak.  Kelebihan flouride pada saat pembentukan gigi dapat mengakibatkan masalah yang disebut fluorosis. Gigi anak menjadi berwarna coklat dengan bintik-bintik putih permanen.
Makanan yang sangat mempengaruhi kerusakan gigi lebih buruk di antaranya permen, jus, coklat, es kim dan makanan bertepung seperti roti, biskuit, pasta, dan sebagainya dapat menyebabkan gigi berlubang dan rusak. Jangan di biasakan anak Anda tidur sambil minum susu formula, jus, cairan manis. Cairan manis dapat menempel ke gigi dan merupakan makanan bagi bakteri yang hidup di mulut. Bakteri menghasilkan asam yang dapat memicu kerusakan gigi dan gigi berlubang. Biasakan pula untuk memberi minum air putih setelah minum susu atau makanan pendamping ASI, agar dapat membantu untuk membersihkan sisa makanan yang tertinggal di sela sela gigi.
Biasakan anak untuk mengunyah makanan menggunakan gigi geraham kanan dan kiri secara seimbang. Tujuannya agar pertumbuhan rahang sempurna. Jangan biarkan anak menggigit dan merobek kemasan jajanan memakai gigi karena selain menimbulkan nyeri, hal ini dapat membuat gigi anak goyang.
Kunjungi dokter gigi secara rutin minimal sekali dalam 6 bulan, sehingga apabila terjadi gangguan bisa segera terdeteksi dan tertangani. Pencegahan dini dapat membuat anak terhindar dari masalah gigi dan mulut yang lebih serius.


Menjaga Kesehatan saat Hamil

Setiap keluarga pastinya menginginkan hadirnya sang buah hati. Rumah tak kan lengkap tanpa canda tawa dan kelucuan mereka. Sebelum buah hati terlahir ke dunia, selama sembilan bulan seorang ibu akan mengandung, dan dalam periode tersebut banyak hal yang dapat terjadi. Kesehatan selama kehamilan adalah hal yang mutlak dan harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Kehamilan membutuhkan kewaspadaan dan penjagaan untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan oleh Ibu dalam menjaga kesehatan selama hamil :

Menjaga kesehatan saat hamil


Memeriksakan kehamilan secara rutin.
Pemeriksaan rutin bertujuan untuk mengetahui kondisi kehamilan dan kesehatan ibu dan bayi. Pemeriksaan berguna untuk mendeteksi dini jika ada komplikasi kehamilan, mengetahui berbagai masalah yang berkaitan dengan kehamilannya.Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan di dokter kandungan, bidan atau puskesmas dengan minimal pemeriksaan 4 kali selama kehamilan yaitu pada usia kehamilan trimester pertama, trimester kedua dan dua kali pada kehamilan trimester ke tiga.
Pola makan yang sehat.
Usahakan untuk makan rutin dengan menu seimbang, dengan lebih banyak sayur dan buah, lauk- pauk – daging merah, ayam, telur, ikan, kacang- kacangan serta segelas susu. Jika ibu hamil tidak bermasalahan dengan berat badan selama hamil, sedikit camilan pada jam-jam antara makan utama, diperbolehkan, pilih camilan sehat yang rendah lemak seperti keripik buah atau sari kacang hijau, dan sebagainya. Gunakan garam beryodium untuk masakan untuk mencegah kekurangan yodium.
Mengkonsumsi vitamin selama kehamilan
Periode kehamilan merupakan periode dimana terjadi peningkatan kebutuhan zat gizi secara dramatis pada wanita untuk mendukung perkembangan janin. Sering kali disarankan oleh dokter untuk membantu pemenuhan kebutuhan zat gizi ibu hamil terutama bila ibu hamil mengalami kesulitan makan karena mual. Minum suplemen zat besi, asam folat tiap hari untuk mencegah anemia pada kehamilan dan pendarahan pada saat melahirkan.
Imunisasi
Imunisasi pada Ibu HamilImunisasi yang dilakukan sebelum dan selama kehamilan merupakan tindakan preventif untuk meningkatkan kekebalan tubuh ibu terhadap infeksi parasit, bakteri, dan virus. Salah satu imunisasi yang wajib dilakukan oleh ibu hamil adalah TT. Imunisasi TT (tetanus toksoid) diberikan dua kali selama kehamilan, bertujuan untuk melindungi dari penyakit tetanus yang berbahaya bagi ibu dan juga bayinya. Tetanus dapat terjadi pada persalinan yang tidak higienis.
Olahraga saat Hamil







Tetap berolahraga
    Berolahraga agar tubuh tetap bugar dan tidak gampang terserang penyakit. Untuk olah raga ibu hamil sendiri mungkin memang sedikit berbeda dengan orang orang biasa. Untuk ibu hamil anda dapat melakukan beberapa olah raga ringan seperti senam ibu hamil, yoga atau jalan kaki rutin setiap hari minimal 10 menit. Membiasakan bergerak saat hamil, terutama di minggu-minggu terakhir kehamilan, akan membantu proses persalinan lebih mudah.
Istirahat
Bekerja saat hamil memang tidak dilarang bahkan dianjurkan untuk tetap aktif sebelum masa cuti melahirkan. Ibu hamil membutuhkan waktu istirahat yang lebih lama, dan saat istirahat itulah saat baik bagi perkembangan janin. Namun, disela-sela bekerja ibu hamil jangan lupa untuk istirahat. Setidaknya, pejamkan mata Anda 10-15 menit atau jika memungkinkan rebahkan badan Anda beberapa waktu. Usahakan untuk tidur tepat waktu dengan waktu tidur setidaknya 6 jam.
Hindari hal-hal yang membahayakan kehamilan
Ada beberapa hal yang perlu dihindari selama kehamilan, seperti hindari aktifitas yang berat, hindari rokok, obat-obatan tertentu, kafein, alkohol dan semua zat-zat yang bisa membahayakan kehamilan serta hindari stres. Semua hal ini dapat berefek buruk terhadap kesehatan ibu dan bayi.
Aktivitas seksual
Perhatikan aktifitas seksual suami dan istri, sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan. Aktifitas seksual harus dilakukan secara hati-hati (bahkan ada sebagian orang yang memilih stop sementara) jika kehamilan tersebut sangat beresiko tinggi seperti keguguran, ada riwayat melahirkan prematur, adanya pendarahan di dalam vagina, plasenta previa dan semacamnya.
Menjaga kebersihan
Bagi ibu hamil, kebersihan haruslah sangat diperhatikan, tidak hanya kebersihan tubuh dengan rutin mandi, mencuci rambut, dll. Perlu menjaga pula kebersihan makanan yang akan dimakan, kebersihan lingkungan termasuk udara, juga harus diperhatikan. Saat hamil, kita lebih banyak mengeluarkan keringat, dan sering buang air kecil, yang memungkinkan tubuh rentan terpapar bakteri dan jamur.
Tambah pengetahuan tentang kehamilan.
Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana caranya menjalani kehamilan yang sehat baik melalui buku, media kabar, televisi, internet, dan sebagainya.


More

Whats Hot