Tampilkan postingan dengan label Tips Seputar Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Seputar Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Hipnoterapi adalah salah satu terapi komplementer yang memanfaatkan kondisi hipnosis (kondisi kesadaran khusus /altered state of consciousness) di mana pikiran berada dalam kondisi yang sangat reseptif terhadap sugesti sehingga dapat dilakukan perubahan atau modifikasi berbagai program pikiran dengan cepat, mudah, dan bersifat permanen.

Hipnoterapi dalam Dunia Kesehatan
    
Dalam bidang kedokteran, hipnoterapi merupakan suplemen terhadap proses penyembuhan pasien karena dapat membantu berbagai masalah yang berkaitan dengan pikiran dan emosinya, membuka pikiran pasien untuk dapat menerima kondisinya, mengatasi atau mengurangi keluhan yang berhubungan dengan penyakit yang diderita pasien seperti cemas, mual akibat kehamilan, nyeri, dan lain sebagainya.

            Berikut adalah masalah yang dapat diatasi dengan Hipnoterapi :
  • Kecemasan
  • Depresi
  • Migrain
  • Vertigo
  • Gangguan tidur seperti insomnia, mimpi buruk
  • Fobia
  • Berhenti merokok
  • Weight management
  • Stress management
  • Pain management
  • Dismenorea
  • Hiperemesis
  • Alergi dan asma
  • Dispepsia
  • Halusinasi
  • Infertilitas
  • Histeria
  • Minder, tidak percaya diri
  • Gangguan panik
  • Sering pingsan akibat non organik
  • Berbagai penyakit psikosomatis
  • Dan semua masalah yang disebabkan oleh pikiran atau emosi
Pada sesi Hipnoterapi, ada beberapa proses yang dilalui seorang klien dan hipnoterapis, meliputi wawancara, hypnotic training, tes sugestibilitas, penentuan strategi dan kontrak terapi, hipnoterapi dan terminasi. Dalam satu kali sesi terapi, waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam.

Untuk informasi mengenai Hipnoterapi, silakan hubungi
Klinik Ana
Jalan Dr. Ir. Sukarno – Tampaksiring
Telp. 0361 902210

Hipnoterapis :
dr. Ida Ayu Agung Dewi Sawitri, CHt

No. Telp. 085101456032

Usia kandunganMengetahui usia kehamilan memang penting bagi ibu hamil, untuk dapat memperkirakan tafsiran kelahiran sehingga ibu dapat mempersiapkan persalinan secara matang dan baik. Usia kehamilan adalah panjang waktu kehamilan yang dihitung setelah hari pertama menstruasi terakhir dan biasanya dinyatakan dalam minggu dan hari. Ada pula istilah usia gestasi (gestasional age), yaitu usia janin yang sesungguhnya yang mengacu pada panjang waktu kehamilan yang dihitung dari masa pembuahan.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui usia kehamilan. Anda bisa memilih cara yang paling mudah dan mengkonfirmasi dengan hasil dari metode perhitungan lainnya untuk mengetahui umur kehamilan Anda.

1.      Hari pertama menstrusi terakhir.
Untuk metode ini, Anda harus tahu dan ingat dengan siklus menstruasi terakhir Anda. Usia kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir ibu dan bukan dari tanggal pembuahan. Tanggal menstruasi terakhir tersebut dianggap sebagai hari ke 0, berarti jika siklus menstruasi Anda 28 hari, maka pada bulan berikutnya Anda mengalami telat menstruasi 1 minggu, berarti usia kandungan Anda sudah 5 minggu.
Umumnya kehamilan yang normal berlangsung sekitar 40 minggu, maka metode ini dapat juga dipakai untuk menghitung perkiraan persalinan, yaitu dengan menggunakan Rumus Naegle,  yaitu dengan  menambah tanggal menstruasi terakhir dengan 7, dan mengurangi bulan menstruasi terakhir dengan 3, tahun ditambahkan 1. Contoh seseorang yang hari pertama menstruasi terakhirnya 22 Mei 2014, maka perkiraan persalinannya adalah (22+7=29), (5-3=2), (2014+1=2015), yaitu tanggal 29 Februari 2015. Sebagai catatan, untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3 seperti Januari, Februari dan Maret, maka bulannya tinggal ditambah 9 saja dan tahunnya tetap.
Namun sayangnya metode ini memiliki beberapa kekurangan. Menggunakan metode hari pertama menstruasi terakhir hanya bisa diterapkan pada wanita yang memiliki siklus menstruasi yang teratur yaitu 28-30 hari. Jika tidak, seringkali metode ini hasilnya kurang akurat. Disamping itu banyak wanita yang lupa atau memperkirakan hari pertama menstruasi terakhirnya sehingga usia kandungannya dan perkiraan usia kehamilannya pun sering salah.

2.      Gerakan janin.
Gerakan janin dapat digunakan untuk memperkirakan usia kandungan, dimana pada wanita yang hamil pertama kali, gerakan janin mulai dirasakan pada usia kandungan 18-20 minggu, sedangkan pada kehamilan kedua dan seterusnya, gerakan janin sudah mulai terasa pada usia kehamilan 16-18 minggu. Kekurangan metode ini adalah bersifat subjektif karena setiap ibu memiliki sensitifitas yang berbeda dalam merasakan gerakan janinnya. Disamping itu pula usia kehamilan baru bisa diperkirakan saat sudah memasuki bulan ke empat.

3.      Tinggi puncak rahim.
mengetahui usia kehamilan dengan pengukuran fundus uteriBiasanya dokter atau bidan akan melakukan pemeriksaan tinggi puncak rahim (fundus uteri) dengan cara meraba bagian yang menonjol dari rahim pada dinding perut, kemudian diukur dengan menggunakan meteran mulai dari tulang kemaluan hingga bagian tertinggi rahim.  Misalnya hasil yang diperoleh adalah 30 sentimeter, maka usia kehamilan Anda diperkirakan 30 minggu. Tinggi maksimal puncak rahim adalah 36 sentimeter, pada usia kehamilan 36 minggu dan kemungkinan tidak akan bertambah lagi meskipun mencapai usia kandungan 40 minggu. Hal ini dikarenakan pada usia kandungan 36 minggu ke atas, bagian terendah janin seperti kepala mulai memasuki pintu atas panggul sebagai awal dari proses persalinan.

Pengukuran tinggi puncak rahim ini juga bisa dipakai untuk mengetahui tafsiran berat janin, dimana hasil tinggi fundus uteri dikonversi ke dalam tabel sesuai dengan hasil pengukuran. Kekurangan dari metode ini adalah hasil pengukuran yang diperoleh sangat tergantung dari posisi janin, besar janin (contoh bayi besar), jumlah janin (hasil bisa berbeda antara hamil tunggal dengan hamil kembar),  keadaan air ketuban ( kurang cairan ketuban).

4.      Menggunakan Ultrasonografi (USG)
Metode ini tingkat akurasinya sekitar 95%, bahkan pada pada kasus dengan siklus menstruasi yang tidak teratur atau tanggal hari pertama menstruasi terakhir yang lupa.
USG paling dianjurkan untuk dilakukan karena dinilai akurat, aman dan memiliki banyak keuntungan. Waktu terbaik untuk memperkirakan usia kehamilan menggunakan USG adalah antara minggu ke-8 hingga ke-18 kehamilan. Dengan menggunakan USG, bukan hanya usia kandungan dan perkiraan persalinan yang dapat diketahui, tapi juga dapat dipakai untuk menilai kesejahteraan janin seperti pertumbuhannya, jumlah kehamilan, berat badan janin, jenis kelamin, mampu mendeteksi adanya kelainan konginetal pada janin, keadaan ari-ari (plasenta), keadaan tali pusat, keadaan air ketuban dan kelainan pada rahim.

USG untuk mengetahui umur kehamilan

Kekurangan metode ini adalah harus dilakukan oleh tenaga yang terlatih seperti dokter spesialis Obgyn, Anda juga perlu menyiapkan dana untuk melakukan USG, kadang hasilnya juga dipengaruhi oleh ketebalan lemak ibu atau posisi janin yang sedemikian rupa sehingga pengukuran menjadi sulit dilakukan.

Cara yang paling akurat untuk menentukan usia kehamilan adalah menggabungkan metode menggunakan hari pertama menstruasi terakhir dan mengkonfirmasikan usia kehamilan ini dengan pengukuran dari pemeriksaan USG dan metode lainnya.

Untuk mencegah kekerasan dan pelecehan pada anak, sebaiknya orang tua harus memberikan pendidikan seks dini sesuai dengan usia anak. Kebanyakan orang tua segan bicara soal seks dengan anak karena menganggap seks adalah sesuatu yang tabu. Padahal, dari sudut pandang psikologi, seks adalah sesuatu yang normal dan alami. Pendidikan seks dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Lebih awal lebih baik dan tentunya harus sesuai dengan porsinya masing-masing. Supaya menghindari rasa canggung, gunakan kesempatan sehari-hari untuk membahas tentang topik ini. Berikut beberapa cara hal yang dapat Anda ajarkan pada anak-anak :
  1.  Ajarkan anak untuk selalu terbuka dalam menyampaikan perasaannya. Buat anak selalu bercerita perasaannya baik saat senang, sedih, takut dan gembira. Orang tua pun wajib menyediakan waktu bagi anak untuk mendengarkan cerita dan pengalaman yang mereka alami. Sehingga tidak ada hal yang tidak Anda ketahui tentang anak.
  2.  Ajari sikap berani pada anak. Ajarkan anak-anak jangan takut jika diancam seseorang atau diiming-imingi imbalan tertentu. Tegaskan anak untuk berani melaporkan ancaman tindakan kekerasan kepada orang yang dapat melindunginya, seperti orang tua, petugas keamanan, guru di sekolah, Jika anak diperlakukan tidak baik oleh seseorang, dia harus berani menolak.
  3.  Ajari anak untuk membedakan antara orang asing, kenalan, sahabat, teman, kerabat atau saudara. Beritahu mereka agar tidak menerima ajakan atau pemberian dari orang asing, misalnya permen, uang, mainan, boneka, dan sebagainya. Bila ada orang tak dikenal menyentuhnya, sebaiknya segera menghindar atau menjauh dari orang tersebut.
  4. Ajari anak bagian tubuh pribadi. Ajarkan fungsi dan nama dari tiap organ tubuhnya. Tidak masalah jika ia menyebut vagina, penis atau payudara, bahkan Anda perlu menghindari menggunakan istilah untuk menyebut organ vitalnya seperti “burung”, “anu” dan sebagainya karena hal itu malah bisa membuat anak bingung. Pesankan bahwa bagian pribadi yang mereka miliki harus dijaga baik-baik dan tidak boleh dipegang sembarang orang. Jika seseorang mencoba memegangnya, ajarkan anak untuk berteriak dan lari sekencang-kencangnya.
  5. Ajari anak mengenai sentuhan. Hal ini sangatlah penting untuk diketahui anak. Berikan pengertian pada anak tentang sentuhan yang baik dan buruk. Sentuhan yang baik dilakukan secara halus pada bagian tubuh yang boleh disentuh dan dengan tujuan yang jelas , misalnya ciuman saat pamit ke sekolah, pelukan selamat datang dari sekolah, dan juga berjabat tangan dengan orang lain. Sentuhan yang buruk adalah sentuhan yang kasar, memaksa, dan menyentuh bagian yang dilarang. 
  6. Bagian atas yaitu kepala sampai ke pundak dan bagian bawah mulai lutut sampai kaki adalah bagian yang boleh disentuh oleh orang lain. Bagian perut dan dari paha ke lutut adalah bagian abu-abu. Bagian abu-abu artinya anak harus tetap waspada pada maksud dan tujuan sentuhan di bagian ini. Sedangkan bagian dada (perempuan) serta alat kelamin dan pantat adalah bagian yang sama sekali tidak boleh disentuh oleh siapa pun, dan kalau seseorang melakukan sentuhan di area ini, anak harus berani menolak.
  7.  Ajari anak untuk berpakaian yang sopan dan menutup aurat. Jangan berikan mereka perhiasan atau aksesoris yang berlebihan untuk melindungi anak dari kejahatan.
  8. Ajarkan anak tentang nilai-nilai agama. Nilai-nilai keagamaan perlu ditanamkan untuk menumbuhkan kejujuran, tanggung jawab, kebaikan pada anak.
  9. Bagi para orangtua perlu mengawasi semua kegiatan anak. Pengawasan orangtua sangat diperlukan untuk mencegah anak dari segala bentuk kejahatan. Awasi semua kegiatan anak, baik di rumah maupun di luar rumah.




Berikut video tentang inisiasi menyusui dini

(courtesy : youtube.com)


Kehadiran buah hati di tengah keluarga memang sangat mengharukan, apalagi persalinan yang akan dijalani sesuai harapan. Bagaimanapun, melahirkan secara normal adalah cara terbaik. Persalinan normal memiliki beberapa keuntungan seperti risiko minimal pada ibu dan bayi. Biaya persalinannya lebih murah, proses pemulihan lebih cepat sehingga perawatan pasca melahirkan biasanya lebih singkat. Karena melalui proses alami, rahim pun akan kembali ke bentuk semula sekitar 42 hari. Secara biologi, persalinan normal memicu kelenjar susu memproduksi kolostrum untuk dihasilkannya air susu.    Selain itu, bayi yang lahir secara normal memiliki daya tahan tubuh terhadap alergi yang lebih tinggi dan risiko asma juga rendah. Pada persalinan normal, proses persalinan dilakukan lewat cara alami, yaitu melalui vagina.  Jikapun digunakan obat-obatan, biasanya penggunaannya diusahakan seminimal mungkin.  Pada kasus-kasus tertentu, bisa saja persalinan normal ini membutuhkan bantuan alat tambahan, seperti forsep ataupun vakum.


melahirkan secara normal atau caesar

Ada 3 hal yang perlu diingat jika Ibu menginginkan persalinannya berlangsung secara normal. 
  1. Bayi. Karenanya, selama kehamilan, Ibu disarankan melakukan kontrol secara rutin.  Dokter akan selalu melakukan USG untuk memantau kondisi kesehatan janin, seperti jumlah janin, apakah tunggal atau kembar, posisi janin, apakah letak kepala atau posisi melintang/sungsang, memeriksa ukuran janin (bobot tubuhnya) apakah normal untuk usia kandungan tertentu.  Dokter juga dapat memantau keadaan plasenta dan tali pusatnya, jumlah air ketuban, dan kelainan pada janin dan rahim.
  2. Ibu. Faktor jalan lahir pada ibu berkaitan dengan ukuran panggul, apakah cukup luas untuk dilewati saat proses persalinan nanti.  Selain itu, Ibu pun harus dinyatakan sehat secara fisik, artinya tidak menderita penyakit lain, seperti hipertensi, penyakit jantung atau asma.
  3. Kontraksi saat persalinan. Kontraksi ini sangatlah penting, karena merupakan sumber tenaga dalam proses persalinan. Kontraksi yang baik adalah kontraksi yang simultan, semakin lama semakin lama dan semakin sering. Jika kontraksi tidak teratur, makin melemah atau hilang-timbul, bahkan tidak ada kontraksi sama sekali yang mengharuskan si ibu diinduksi dengan pemberian hormon oksitosin melalui infus atau prostaglandin melalui vagina. 
Selain 3 faktor tersebut, faktor psikis juga sangat berpengaruh, yaitu kondisi psikis si ibu.  Dukungan dari si ayah ataupun kerabat keluarga lain, sangat diperlukan demi kelancaran persalinan, selain tenaga medis yang menanganinya.  Hindarkan stres karena akan memengaruhi serviks dan menyebabkan ketegangan pada vagina sehingga persalinan menjadi tidak lancar.
Dari seluruh faktor diatas, indikasi persalinan normal, yaitu : panggul ibu normal, presentasi janin letak kepala, plasenta dan tali pusat normal, tidak ada kelainan jalan lahir seperti tumor (mioma, kista indung telur), tidak ada penyakit berat/spesifik pada ibu : jantung, asma berat, , minus tinggi, HIV, hepatitis. Namun ada satu hal yang perlu anda ingat mengenai hal ini, keputusan tersebut bisa saja berubah jika kondisi medis si ibu ataupun bayi tidak memungkinkan.
Operasi seksio, operasi caesarPersalinan melalui operasi caesar ada 2 jenis, yaitu operasi terencana (elektif) dan operasi segera (cito). Pada operasi caesar terencana (elektif), operasi caesar telah direncanakan jauh hari sebelum jadwal melahirkan dengan mempertimbangkan keselamatan ibu maupun janin. Beberapa keadaan yang menjadi pertimbangan untuk melakukan operasi caesar secara elektif, antara lain : bayi besar dengan perkiraan berat lebih dari 4 kilogram, kelainan letak janin (melintang, sungsang), kelainan janin (hidrosefalus yang ingin diselamatkan), plasenta previa (ari-ari menutupi jalan lahir), janin kembar dengan janin terbawah bukan letak kepala, evaluasi jalan lahir - panggul sempit, usia > 40 th dengan komplikasi seperti darah tinggi, diabetes, ibu dengan komplikasi berat (jantung,eklampsia), adanya hambatan dijalan lahir (kista dan miom besar), riwayat sesar 2 kali atau lebih, ketuban pecah lama, oligohidramnion (cairan ketuban sedikit).
Sedangkan operasi caesar segera (cito) adalah tindakan operasi yang hanya dilakukan jika terjadi kemacetan pada persalinan normal atau jika ada masalah pada proses persalinan yang dapat mengancam nyawa ibu dan janin. Beberapa keadaan yang memaksa terjadinya operasi caesar cito, antara lain : gawat janin, persalinan macet, ibu mengalami hipertensi dalam kehamilan (preeklamsia) dan ancaman kejang akibat eklamsia, serta terjadi pendarahan sebelum proses persalinan.
Bila Ibu bersalin secara caesar, maka ada beberapa hal ketidaknyamanan yang kelak dirasakan meski operasi dijalankan sesuai standar operasionalnya.  Beberapa hari pertama pascapersalinan, akan timbul rasa nyeri hebat yang kadarnya dapat berbeda-beda pada setiap Ibu.  Masa perawatan lebih lama, sehingga waktu rawat inap pun lebih lama, masa pemulihan lebih lama pula, bahkan terkadang beberapa ibu masih merasakan nyeri di sekitar luka bekas operasi meski persalinan sudah lewat beberapa tahun. Pada bekas jahitan akan muncul keloid atau bekas luka yang membentuk benjolan memanjang, sehingga menganggu estetika perut ibu. Jika tidak dirawat dengan baik, luka bekas operasi bisa terinfeksi. Selain itu risiko perdarahan lebih besar, dan biaya persalinan caesar lebih mahal.




Kulit bayi yang baru lahir memang berbeda dengan kulit orang dewasa. Kulit mereka tiga kali lebih tipis, lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa. Dan melalui sentuhan pada kulit pula bayi belajar mengenali lingkungannya. Merawat kulit bayi merupakan salah satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh para ibu. Hal ini disebabkan oleh kulit bayi yang masih sangat muda dan sensitif yang rentan akan berbagai unsur penyakit dan berbagai macam gangguan lainnya. Apabila kulit bayi tidak dijaga dan dirawat maka bayi sering mengalami alergi, iritasi, ruam dan biang keringat.
Adapun beberapa tips menjaga dan merawat kulit bayi adalah :

menjaga kesehatan kulit bayi

  1. Mandi. Selalu mandikan bayi dengan air hangat. Cek suhu air dengan memasukkan tangan atau siku anda ke dalam air, jangan sampai air terlalu panas atau dingin. Untuk menjaga kelembaban dan kelembut kulit bayi tambahkan beberapa tetes baby oil ke dalam bak mandi. Sebaiknya bayi tidak mandi busa, karena dapat mengeringkan kulit bayi.
  2. Bersihkan kulit bayi dari kotoran yang menempel di kulit, terutama kotoran yang menempel pada lipatan, di sela-sela jari, ketiak dan selangkangan. Setiap buang air besar, bilas anus dan daerah sekitarnya dengan menggunakan air bersih, atau tisu atas kapas basah tanpa alkohol, kemudian keringkan dengan handuk dengan cara menepuk-nepuk   bukan menggosok.
  3. Gunakan produk yang aman untuk bayi. Pilih produk yang hypoallergenic tanpa parfum atau tanpa zat pewarna dan hindari produk untuk orang dewasa seperti pelembab, sampo, dan sabun mandi yang biasanya mengandung zat pewarna, bahan kimia, dan parfum yang dapat mengiritasi kulit bayi.
  4. Gunakan pakaian dan popok atau kain berbahan katun agar mudah menyerap keringat,  hindarilah pakaian bahan sintetis. Ukuran pakaian harus sedikit longgar agar bayi nyaman.
  5. Kenali masalah kulit. Beberapa gangguan kulit yang dapat terjadi pada bayi Anda seperti biang keringat, ruam popok popok, jamuran. Biang keringat akan muncul dalam bentuk bintik-bintik merah kecil di tempat yang sering basah oleh keringat, misalnya di dahi, leher, ketiak, punggung dan daerah yang tertutup pakaian. Cara mengatasinya dengan membersihkan kulit dengan memandikan atau dilap kemudian keringkan. Ganti pakaian yang basah oleh keringat, gunakan pakaian yang longgar,  menempatkan bayi di ruangan sejuk dan nyaman. Kadang-kadang, bayi bisa mengalami infeksi jamur di lipatan kulit. Jamur dapat tumbuh area yang cenderung lembab. Seringkali ditemukan pada lipatan paha dan pantat akibat penggunaan popok yang lembab, yang dikenal sebagai ruam popok. Anda dapat mencegah dan mengatasi ruam dengan menjaga kulit tetap kering, misalnya dengan selalu memastikan popok dalam keadaan kering, pilih popok yang memiliki daya serap baik, ganti popok sesering mungkin. Perhatikan juga ukuran popok jangan terlalu ketat sehingga menggangu sirkulasi kulit dan dapat menyebabkan lecet akibat gesekan saat bayi bergerak. Bila ruam tidak membaik atau cenderung menyebar dalam beberapa hari, periksakan bayi Anda ke dokter.
  6. Batasi paparan cuaca yang membuat bayi tidak nyaman. Bila cuaca dingin kenakan pakaian dan selimut agar bayi tetap hangat. Lindungi bayi dari sinar matahari langsung yang mengandung radiasi ultraviolet, terutama sinar matahari di atas jam 9 pagi.
  7. Pijat bayi. Pijat bayi bermanfaat menjaga kesehatan, meningkatkan kekebalan tubuh dan merangsang tumbuh kembang anak. Untuk memijat cukup sediakan alas tidur di ruangan yang hangat. Baringkan bayi Anda di atas selimut lembut. Ambil sedikit baby oil atau lotion ringan dan hangatkan di telapak tangan Anda. Kemudian, pijatlah tangan, kaki, dada, perut dan punggung bayi secara perlahan, dengan menggunakan sentuhan lembut. Setelah pemijatan, bersihkan bayi dengan memandikan atau melap dengan air hangat. Dengan teratur melakukan pemijatan, maka akan membantu menjaga kebersihan dan kesehatan kulit buah hati Anda.



Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kalimat tersebut sangat sesuai dengan kondisi tubuh menghadapi musim hujan sekarang ini. Untuk mencegah penyakit yang bertebaran sebaiknya persiapkan payung sebelum hujan. Seperti yang diketahui musim hujan merupakan musim yang rawan penyakit, seperti demam, flu dan pilek serta penyakit lain yang mudah menular. Maka dari itu musim hujan memang harus selalu diperhatikan, terutama untuk menjaga kesehatan anak Anda. Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan anak. Berikut ulasannya.

tips mencegah anak sakit saat musim hujan

  1. Pola makan yang teratur. Cara sederhana untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah membiasakan anak untuk makan teratur, tentu saja dengan menu yang bergizi dan seimbang. Perbanyak konsumsi buah dan sayur, terutama yang mengandung vitamin C. Bila diperlukan, anak juga dapat diberikan suplemen vitamin untuk menjaga kekebalan tubuh dan meningkatkan nafsu makan.
  2. Istirahat yang cukup. Biasakan anak tidur siang, karena baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan istirahat, anak akan terhindar dari kelelahan dan sistem kekebalan tubuh akan bekerja dengan optimal.
  3. Olahraga. Ajak anak untuk melakukan aktivitas fisik yang membuatnya lebih banyak menggerakkan tubuh, seperti senam ringan, melompat atau berlari-lari kecil.
  4. Membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan mana atau minum serta sehabis buang air kecil/air besar, setelah bermain dan setelah memegang binatang peliharaan.
  5. Minumlah hanya minum air matang atau  air yang sudah mendidih, mengkonsumsi makanan yang telah dimasak.  Walau musim hujan, tubuh terus memerlukan cairan supaya terus kuat melakukan aktivitas. Tutup makanan yang disajikan dengan tudung saji.
  6. Hindari membeli makanan di sembarang tempat. Umumnya saat musim hujan, kemungkinan makanan dapat tercemar oleh kumam patogen yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Apalagi cara pengolahan dan penyajiannya tidak higienis. Sebaiknya konsumsi makanan yang kita olah sendiri untuk menjamin kebersihannya, atau jika membeli makanan jadi, usahakan pada tempat yang Anda percayai terjamin kebersihannya.
  7. Mandi menggunakan air hangat, dan segera mandi bila kehujanan. Pada musim hujan, cuaca biasanya lebih dingin, sehingga mandi dengan air hangat dapat membuat tubuh lebih segar dan mencegah hipotermia. Bila anak kehujanan, segera mandi mereka sehingga terhindar dari infeksi kuman yang terdapat pada air hujan.
  8. Menjaga kebersihan lingkungan. Musim hujan sangat identik dengan penyakit, terutama demam berdarah. Penyebabnya adalah banyaknya genangan air sehingga membuat nyamuk cepat berkembang biak. Untuk itu sebaiknya Anda tidak bisa lupa selalu rajin membersihkan tempat tinggal rajin. Tidak menumpuk sampah serta tutup area genangan air. Lindungi anak dengan memberikan losion anti nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk.
  9. Hindari kontak dengan orang yang sakit. Sistem kekebalan tubuh pada anak tidak sebaik orang dewasa. Mereka sangat rentan terinfeksi oleh orang lain yang berada di lingkungannya. Sehingga untuk mencegah anak terinfeksi, sebaiknya hindari mereka dengan orang yang sedang sakit. Bila orangtua yang mengalami sakit, dianjurkan menggunakan masker selama kontak dengan anak, dan rajinlah mencuci tangan untuk menghindari tertularnya bakteri atau virus kepada anak.
  10. Lakukan vaksinasi untuk anak-anak Anda. Bawa anak-anak Anda ke dokter dan mencari rekomendasi untuk mendapatkan vaksinasi yang tepat guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka terhadap penyakit anak pada umumnya. Beberapa vaksinasi yang dianjurkan untuk anak seperti vaksin tifoid, influenza, MMR dan hepatitis A.




pertolongan pertama mimisan pada anak

Epistaksis, yang lebih dikenal sebagai mimisan adalah suatu keadaan dimana darah keluar dari hidung secara tiba-tiba akibat pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada hidung.  Anak-anak kerap mengalami mimisan karena struktur selaput lendir dan pembuluh darah di hidung lebih tipis dan sensitif sehingga lebih rentan mengalami  gangguan. Gangguan mimisan umumnya akan berkurang seiring bertambahnya umur karena dengan semakin bertambahnya umur, pembuluh darah dan selaput lendir di hidung sudah semakin kuat, hingga tak mudah pecah.
Penyebab mimisan pada anak dapat berupa trauma dan non trauma. Trauma dapat disebabkan oleh adanya benturan atau gesekan yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah pada hidung. Penyebab non trauma bisa berupa kelainan pada septum hidung. Selain itu mimisan juga dapat terjadi pada anak dengan riwayat alergi. Karena alergi akan memicu anak untuk mengucek hidung secara berlebihan, serta terjadinya bersin-bersin akan mempermudah pecahnya pembuluh darah di hidung. Mimisan juga dapat terjadi akibat perbedaan suhu udara yang drastis misalnya berpindah dari udara panas lalu masuk ke ruangan ber-AC atau sebaliknya. Flu, membuang ingus terlalu keras serta, infeksi seperti sinusitis, demam berdarah, tifus serta campak juga dapat menyebabkan terjadinya mimisan.
Mimisan umumnya tidak berbahaya selama mimisan tersebut berhenti spontan dengan perdarahan yang minimal, anak terlihat sehat dan aktif serta tidak adanya keluhan sesak nafas. Meski pada umumnya kasus mimisan tidak berbahaya, orangtua hendaknya waspada jika frekuensi mimisan pada anak cukup sering terjadi, karena ada kemungkinan anak mengidap penyakit berbahaya seperti ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), demam berdarah, leukemia, talasemia berat, hemofilia atau tumor pada hidung.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai langkah pertolongan pertama untuk mengatasi mimisan :
  1. Jangan panik, posisikan anak duduk atau posisi kepala lebih tinggi dari jantung, jangan dibaringkan untuk mencegah darah kembali masuk ke hidung.
  2. Kemudian minta anak untuk bernafas melalui mulut.
  3. Tekan atau jepit semua bagian lunak hidung secara bersama-sama dengan jempol dan jari telunjuk. Lakukan hal tersebut selama 5 menit, ulangi beberapa kali sampai pendarahan berhenti.
  4. Kompreskan es batu yang sudah diremukkan dan dibungkus dengan kain pada hidung dan pipi.

Tanda bahaya yang harus diwaspadai sehingga Anda perlu segera membawa anak Anda ke dokter atau rumah sakit terdekat yaitu jika setelah 15 menit setelah pertolongan pertama masih terjadi mimisan, atau anak tampak pucat, berkeringat dingin atau kurang berespons terhadap lingkungan, jumlah darah yang keluar sangat banyak, anak menjadi sesak dan sulit bernafas, serta mimisan yang terjadi setelah adanya benturan yang keras pada daerah hidung/wajah.

Tips yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah terjadinya mimisan pada anak, seperti :
  • Jangan biarkan anak mengorek hidungnya, bila sedang pilek jangan mengeluarkan ingus terlalu keras
  • Jauhkan anak dari asap rokok ataupun bahan kimia lainnya serta pencetus alerginya
  • Awasi anak saat bermain, untuk mencegah terjadinya kecelakaan, serta jangan sampai anak memasukkan benda kecil ke dalam lubang hidung.
  • Hindari anak dari cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur terutama saat anak sakit.

Kenali Gangguan saat Hamil Muda


Kehamilan adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap wanita yang sudah menikah. Kehamilan merupakan hal yang istimewa karena setiap kehamilan memiliki keadaan yang tidak sama dengan kehamilan lainnya. Setiap ibu yang sedang hamil, tentunya menginginkan kehamilannya dalam keadaan yang normal tanpa adanya gangguan. Namun ada kalanya kehamilan tersebut berubah menjadi patologis. Ada beberapa kelainan yang dapat mengancam kesehatan ibu dan janin yang sedang dikandung selama masa hamil muda, terlebih lagi terdapat tanda perdarahan yang tidak normal. Berikut ini adalah penyebab perdarahan pada wanita hamil muda :

kenali gangguan saat hamil muda

Keguguran (abortus)
Keguguran atau abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum janin dapat hidup di dunia luar. Abortus juga diartikan sebagai berakhirnya kehamilan pada umur kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Secara umum, abortus dapat terjadi spontan dan buatan. Keguguran spontan sendiri sebabnya belum jelas, namun diketahui beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian abortus, misalnya gangguan perkembangan sel telur yang abnormal akibat kelainan genetik, faktor kondisi ibu seperti infeksi, penyakit-penyakit kronis (misalnya kelainan hormon), dan trauma (riwayat operasi atau kecelakaan saat hamil), serta adanya kelainan rahim seperti serviks yang inkompeten, tumor di rahim, kelainan bentuk rahim, dan sebagainya. Abortus buatan adalah keguguran yang disengaja, baik karena alasan medis ataupun tanpa alasan medis yang melanggar hukum.


gangguan abortus pada kehamilan

Tanda abortus adalah perdarahan, nyeri yang terus-terusan, bahkan keluarnya sesuatu seperti daging. Namun mungkin saja perdarahan tidak disertai rasa nyeri. Mengingat terdapat beberapa jenis abortus, maka ibu hamil muda dengan keluhan perdarahan harus segera memeriksakan kehamilannya. Karena sebisa mungkin kehamilan harus dipertahankan sampai usia kandungan cukup bulan dimana diharapkan seluruh organ tubuh bayi mencapai keadaan yang matang.
Untuk menentukan masih adanya kehidupan janin dilakukan dengan pemeriksaan ultrasonografi, dilihat gerakan denyut jantung janin dan gerakan janin. Namun jika kehamilan tidak bisa dipertahankan lagi, maka segera harus dilakukan tindakan medis karena dapat membahayakan keselamatan ibu. Tindakan yang dilakukan untuk mengeluarkan janin yang gugur atau jaringan yang tersisa dengan obat yang berefek menstimulasi kontraksi uterus serta dilakukan tindakan kuretase.
Setelah abortus, perlu diperiksa lebih lanjut mengenai penyebab abortus. Ibu diharapkan tidak hamil dalam waktu 3 bulan, untuk memberi kesempatan rahim kembali normal.

Kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik)

kehamilan ektopik gangguan saat hamil

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim/kandungan. Kehamilan dapat terjadi di tuba falopii (saluran telur), di ovarium (indung telur), di rongga perut, dan tempat lainnya. Paling sering kehamilan ektopik terjadi di saluran telur. Ada beberapa penyebab terjadinya kehamilan di luar rongga rahim, antara lain infeksi pada saluran telur, ada riwayat operasi saluran telur, adanya cacat bawaan, kehamilan ektopik sebelumnya, penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim, dan abortus buatan.
Kehamilan ektopik biasanya baru memberikan gejala-gejala yang jelas dan khas kalau sudah terganggu. Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu di daerah saluran telur adalah terlambat haid, nyeri perut di bagian bawah yang tiba-tiba dan sangat nyeri, kadang-kadang nyerinya lebih terasa di sebelah kiri atau kanan, keluarnya darah berwarna coklat tua dan sedikit, pusing dan bahkan bisa pingsan akibat perdarahan di dalam. Gejala lainnya yang juga dapat timbul antara lain adalah nyeri saat perut dipegang, pembesaran rahim (namun biasanya besarnya rahim lebih kecil dari usia kehamilan yang seharusnya), dan gangguan kencing.
Untuk mengetahui adanya kehamilan ektopik, perlu dilakukan pemeriksaan USG. Kehamilan ektopik tidak bisa diobati sebab jika dipertahankan akan membahayakan ibu sebab janin tersebut akan pecah dan memicu terjadinya pendarahan yang hebat dan dapat menyebabkan kematian pada ibu. Penanganan terhadap kehamilan ektopik adalah dengan mengakhiri kehamilan. Pengakhiran kehamilan dapat dilakukan melalui obat-obatan atau operasi. Untuk kehamilan dengan usia kehamilan beberapa minggu, operasi adalah tindakan yang lebih aman dan memiliki angka keberhasilan lebih besar daripada obat-obatan. Seseorang yang mengalami kehamilan ektopik memiliki risiko untuk terjadinya kehamilan ektopik pada kehamilan berikutnya, namun bukan berarti ibu tidak dapat mengalami kehamilan normal.

Kehamilan kosong (blighted ovum)
Kehamilan tanpa janin atau telur kosong adalah kehamilan yang tidak diikuti oleh pertumbuhan janin di dalam rahim, hanya berisi cairan. Pada kondisi blighted ovum kantung kehamilan akan terus berkembang, layaknya kehamilan biasa, namun sel telur yang telah dibuahi gagal untuk berkembang secara sempurna. Blighted ovum sering berakhir dengan abortus. Biasanya baru diketahui saat kehamilan memasuki usia pertengahan triwulan pertama, karena memang pada awalnya kehamilan berjalan baik dan normal tanpa ada tanda-tanda kelainan.
beda gambaran usg kehamilan normal dengan blighted ovum
 Faktor penyebabnya adalah kelainan kromoson atau gen pada sel telur atau sperma, infeksi pada ibu dan gangguan hormonal. Pemeriksaan USG dapat dipakai sebagai konfirmasi adanya kehamilan kosong ini. Pada dasarnya, kehamilan kosong tidak berdampak pada keselamatan si ibu. Dan tindakan yang dilakukan adalah kuretase. Blighted ovum tidak berpengaruh terhadap rahim ibu atau terhadap masalah kesuburan. Seseorang yang pernah mengalami blighted ovum dapat kembali hamil normal.

Kehamilan anggur (molahydatidosa)
Hamil anggur atau molahydatidosa adalah kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terbentuk akibat kegagalan pembentukan janin, dimana terjadi gangguan pertumbuhan plasenta. Istilah hamil anggur digunakan karena bentuk bakal janin tersebut mirip dengan gerombolan buah anggur. Penyebab penyakit ini belum diketahui pasti, namun diduga karena kelainan genetik, kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah rahim.
kehamilan anggur molahidatidosa

Tanda dan gejala pada hamil anggur adalah tidak ada gerakan janin, rahim lebih besar dari umur kehamilan, dan keluar gelembung cairan mirip buah anggur bersamaan dengan perdarahan. Pemeriksaan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan HCG (human chorionic gonadotrophin) urin atau serum untuk pemeriksaan kehamilan serta pemeriksaan USG. Hamil anggur bisa mengakibatkan krisis hormon tiroid dalam darah, yang juga dapat mengakibatkan kematian ibu.
Tindakan yang dilakukan untuk wanita yang masih ingin punya anak adalah dengan membersihkan rahim (kuretase). Sedangkan untuk yang tidak ingin punya anak, dapat dilakukan dengan pengangkatan rahim (histerektomi).

More

Whats Hot