Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ibu. Tampilkan semua postingan
SUPLEMENTASI VITAMIN A, PEMBERIAN DAN MANFAATNYA

Bulan Februari dan Agustus dikenal sebagai Bulan Vitamin A, dimana seluruh anak yang berusia 6 bulan sampai 59 bulan akan mendapatkan vitamin A gratis di Posyandu atau Puskesmas. Menurut data WHO, diperkirakan terdapat 250 juta anak pra-sekolah di seluruh dunia mengalami kekurangan vitamin A. Setiap tahun terdapat sekitar 250.000 – 500.000 anak mengalami kebutaan dan separuh anak ini kemudian meninggal dalam jangka waktu 12 bulan akibat kekurangan vitamin A. Di Indonesia program suplementasi vitamin A aktif dikampanyekan sejak tahun 1970-an dan masih terus digalakkan hingga saat ini.
Vitamin A atau retinol adalah salah satu vitamin yang larut dalam lemak, di dalam tubuh disimpan di hati. Vitamin A berfungsi dalam proses pembentukan dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit dan antibodi sehingga berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Vitamin A juga bermanfaat bagi kesehatan mata dan kulit, menjaga kesehatan mukosa saluran pernafasan, berperan dalam proses perkembangan embrio dan reproduksi. Vitamin A juga merupakan antioksidan kuat yang dapat menangkal radikal bebas berbahaya bagi tubuh.
Vitamin A pada anak, vitamin A pada ibu nifas, Vitamin A pada penyakit campak

Suplementasi secara berkala vitamin A dosis tinggi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan terhadap vitamin A, mencegah defisiensi vitamin A, dan untuk membangun cadangan vitamin A dalam hati. Pemberian 200.000 IU (dosisi tinggi) kepada anak usia 6-59 bulan akan memberikan pengaruh pencegahan selama 3 hinggga 6 bulan atau bergantung pada ketergantungan vitamin A dalam bahan pangan dan kecepatan dalam menggunakan vitamin tersebut. Selain itu pemberian vitamin A pada anak memberikan berbagai manfaat, diantaranya mengurangi angka kesakitan, mengurangi angka kematian akibat infeksi campak, diare, mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan, meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan infeksi, serta mencegah anemia.
Lantas bagaimana pada bayi dibawah usia 6 bulan, apakah juga diperlukan suplemen vitamin A ? Sesungguhnya pada bayi yang usianya belum genap 6 bulan, sumber vitamin A sepenuhnya diperoleh dari ASI, terutama bila ibunya mendapatkan suplemen vitamin A selama hamil dan setelah melahirkan. Namun jika pemberian ASInya tidak mencukupi dan selama hamil atau saat masa nifas, ibu tidak mendapatkan vitamin A, maka bayi dapat diberikan vitamin A dengan dosis 25.000 IU yang diberikan pada interval 2-3 bulan dengan maksimal pemberian 3 dosis, hingga bayi berumur 6 bulan dan bisa diberikan vitamin A dosis 100.000 IU (kapsul biru).
Suplementasi vitamin A juga diberikan kepada ibu nifas (ibu yang baru melahirkan hingga periode 6 minggu setelah melahirkan). Akibat kehilangan sejumlah darah saat proses persalinan, seorang ibu nifas dapat juga mengalami kekurangan vitamin A dalam tubuhnya. Sehingga pemberian vitamin A dosis tinggi dengan dosis 200.000 IU (kapsul merah) perlu dilakukan. Disamping itu pula, pemberian kapsul vitamin A pada ibu setelah melahirkan dapat meningkatkan status vitamin A dan jumlah kandungan vitamin tersebut dalam ASI. Dosis pemberiannya sebanyak dua kali, yaitu segera setelah melahirkan sebanyak satu kapsul 200.000 IU, dilanjutkan satu kapsul pada hari berikutnya minimal 24 jam sesudah kapsul pertama, dan tidak lebih dari 6 minggu kemudian. Dengan dosis ini maka akan menurunkan angka kematian pada ibu dan bayi, berkurangnya penyakit infeksi paska persalinan, mencegah gangguan penglihatan seperti rabun senja, mempercepat proses pemulihan dan mencegah anemia.
Pemberian vitamin A dosis tinggi selain diberikan pada anak usia dibawah 5 tahun setiap enam bulan, ibu hamil dan ibu nifas, juga diberikan pada keadaan tertentu seperti pada anak dengan kasus xeroftalmia, campak dan gizi buruk (marasmus, kwashiorkor dan marasmik kwashiorkor). Dosis pemberiannya disesuaikan dengan umur anak, diberikan pada hari pertama (saat ditemukan), hari kedua dan dua atau empat minggu kemudian.
Vitamin A ini diberikan secara gratis dan dapat diperoleh di seluruh sarana fasilitas kesehatan (rumah sakit, puskesmas, puskesmas  pembantu (Pustu), polindes/poskesdes, balai pengobatan, praktek dokter/bidan swasta), posyandu, sekolah Taman Kanak-kanak, Pos PAUD termasuk kelompok bermain, tempat penitipan anak, dan sebagainya.



Usia kandunganMengetahui usia kehamilan memang penting bagi ibu hamil, untuk dapat memperkirakan tafsiran kelahiran sehingga ibu dapat mempersiapkan persalinan secara matang dan baik. Usia kehamilan adalah panjang waktu kehamilan yang dihitung setelah hari pertama menstruasi terakhir dan biasanya dinyatakan dalam minggu dan hari. Ada pula istilah usia gestasi (gestasional age), yaitu usia janin yang sesungguhnya yang mengacu pada panjang waktu kehamilan yang dihitung dari masa pembuahan.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui usia kehamilan. Anda bisa memilih cara yang paling mudah dan mengkonfirmasi dengan hasil dari metode perhitungan lainnya untuk mengetahui umur kehamilan Anda.

1.      Hari pertama menstrusi terakhir.
Untuk metode ini, Anda harus tahu dan ingat dengan siklus menstruasi terakhir Anda. Usia kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir ibu dan bukan dari tanggal pembuahan. Tanggal menstruasi terakhir tersebut dianggap sebagai hari ke 0, berarti jika siklus menstruasi Anda 28 hari, maka pada bulan berikutnya Anda mengalami telat menstruasi 1 minggu, berarti usia kandungan Anda sudah 5 minggu.
Umumnya kehamilan yang normal berlangsung sekitar 40 minggu, maka metode ini dapat juga dipakai untuk menghitung perkiraan persalinan, yaitu dengan menggunakan Rumus Naegle,  yaitu dengan  menambah tanggal menstruasi terakhir dengan 7, dan mengurangi bulan menstruasi terakhir dengan 3, tahun ditambahkan 1. Contoh seseorang yang hari pertama menstruasi terakhirnya 22 Mei 2014, maka perkiraan persalinannya adalah (22+7=29), (5-3=2), (2014+1=2015), yaitu tanggal 29 Februari 2015. Sebagai catatan, untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3 seperti Januari, Februari dan Maret, maka bulannya tinggal ditambah 9 saja dan tahunnya tetap.
Namun sayangnya metode ini memiliki beberapa kekurangan. Menggunakan metode hari pertama menstruasi terakhir hanya bisa diterapkan pada wanita yang memiliki siklus menstruasi yang teratur yaitu 28-30 hari. Jika tidak, seringkali metode ini hasilnya kurang akurat. Disamping itu banyak wanita yang lupa atau memperkirakan hari pertama menstruasi terakhirnya sehingga usia kandungannya dan perkiraan usia kehamilannya pun sering salah.

2.      Gerakan janin.
Gerakan janin dapat digunakan untuk memperkirakan usia kandungan, dimana pada wanita yang hamil pertama kali, gerakan janin mulai dirasakan pada usia kandungan 18-20 minggu, sedangkan pada kehamilan kedua dan seterusnya, gerakan janin sudah mulai terasa pada usia kehamilan 16-18 minggu. Kekurangan metode ini adalah bersifat subjektif karena setiap ibu memiliki sensitifitas yang berbeda dalam merasakan gerakan janinnya. Disamping itu pula usia kehamilan baru bisa diperkirakan saat sudah memasuki bulan ke empat.

3.      Tinggi puncak rahim.
mengetahui usia kehamilan dengan pengukuran fundus uteriBiasanya dokter atau bidan akan melakukan pemeriksaan tinggi puncak rahim (fundus uteri) dengan cara meraba bagian yang menonjol dari rahim pada dinding perut, kemudian diukur dengan menggunakan meteran mulai dari tulang kemaluan hingga bagian tertinggi rahim.  Misalnya hasil yang diperoleh adalah 30 sentimeter, maka usia kehamilan Anda diperkirakan 30 minggu. Tinggi maksimal puncak rahim adalah 36 sentimeter, pada usia kehamilan 36 minggu dan kemungkinan tidak akan bertambah lagi meskipun mencapai usia kandungan 40 minggu. Hal ini dikarenakan pada usia kandungan 36 minggu ke atas, bagian terendah janin seperti kepala mulai memasuki pintu atas panggul sebagai awal dari proses persalinan.

Pengukuran tinggi puncak rahim ini juga bisa dipakai untuk mengetahui tafsiran berat janin, dimana hasil tinggi fundus uteri dikonversi ke dalam tabel sesuai dengan hasil pengukuran. Kekurangan dari metode ini adalah hasil pengukuran yang diperoleh sangat tergantung dari posisi janin, besar janin (contoh bayi besar), jumlah janin (hasil bisa berbeda antara hamil tunggal dengan hamil kembar),  keadaan air ketuban ( kurang cairan ketuban).

4.      Menggunakan Ultrasonografi (USG)
Metode ini tingkat akurasinya sekitar 95%, bahkan pada pada kasus dengan siklus menstruasi yang tidak teratur atau tanggal hari pertama menstruasi terakhir yang lupa.
USG paling dianjurkan untuk dilakukan karena dinilai akurat, aman dan memiliki banyak keuntungan. Waktu terbaik untuk memperkirakan usia kehamilan menggunakan USG adalah antara minggu ke-8 hingga ke-18 kehamilan. Dengan menggunakan USG, bukan hanya usia kandungan dan perkiraan persalinan yang dapat diketahui, tapi juga dapat dipakai untuk menilai kesejahteraan janin seperti pertumbuhannya, jumlah kehamilan, berat badan janin, jenis kelamin, mampu mendeteksi adanya kelainan konginetal pada janin, keadaan ari-ari (plasenta), keadaan tali pusat, keadaan air ketuban dan kelainan pada rahim.

USG untuk mengetahui umur kehamilan

Kekurangan metode ini adalah harus dilakukan oleh tenaga yang terlatih seperti dokter spesialis Obgyn, Anda juga perlu menyiapkan dana untuk melakukan USG, kadang hasilnya juga dipengaruhi oleh ketebalan lemak ibu atau posisi janin yang sedemikian rupa sehingga pengukuran menjadi sulit dilakukan.

Cara yang paling akurat untuk menentukan usia kehamilan adalah menggabungkan metode menggunakan hari pertama menstruasi terakhir dan mengkonfirmasikan usia kehamilan ini dengan pengukuran dari pemeriksaan USG dan metode lainnya.
Berikut video tentang inisiasi menyusui dini

(courtesy : youtube.com)


Kehadiran buah hati di tengah keluarga memang sangat mengharukan, apalagi persalinan yang akan dijalani sesuai harapan. Bagaimanapun, melahirkan secara normal adalah cara terbaik. Persalinan normal memiliki beberapa keuntungan seperti risiko minimal pada ibu dan bayi. Biaya persalinannya lebih murah, proses pemulihan lebih cepat sehingga perawatan pasca melahirkan biasanya lebih singkat. Karena melalui proses alami, rahim pun akan kembali ke bentuk semula sekitar 42 hari. Secara biologi, persalinan normal memicu kelenjar susu memproduksi kolostrum untuk dihasilkannya air susu.    Selain itu, bayi yang lahir secara normal memiliki daya tahan tubuh terhadap alergi yang lebih tinggi dan risiko asma juga rendah. Pada persalinan normal, proses persalinan dilakukan lewat cara alami, yaitu melalui vagina.  Jikapun digunakan obat-obatan, biasanya penggunaannya diusahakan seminimal mungkin.  Pada kasus-kasus tertentu, bisa saja persalinan normal ini membutuhkan bantuan alat tambahan, seperti forsep ataupun vakum.


melahirkan secara normal atau caesar

Ada 3 hal yang perlu diingat jika Ibu menginginkan persalinannya berlangsung secara normal. 
  1. Bayi. Karenanya, selama kehamilan, Ibu disarankan melakukan kontrol secara rutin.  Dokter akan selalu melakukan USG untuk memantau kondisi kesehatan janin, seperti jumlah janin, apakah tunggal atau kembar, posisi janin, apakah letak kepala atau posisi melintang/sungsang, memeriksa ukuran janin (bobot tubuhnya) apakah normal untuk usia kandungan tertentu.  Dokter juga dapat memantau keadaan plasenta dan tali pusatnya, jumlah air ketuban, dan kelainan pada janin dan rahim.
  2. Ibu. Faktor jalan lahir pada ibu berkaitan dengan ukuran panggul, apakah cukup luas untuk dilewati saat proses persalinan nanti.  Selain itu, Ibu pun harus dinyatakan sehat secara fisik, artinya tidak menderita penyakit lain, seperti hipertensi, penyakit jantung atau asma.
  3. Kontraksi saat persalinan. Kontraksi ini sangatlah penting, karena merupakan sumber tenaga dalam proses persalinan. Kontraksi yang baik adalah kontraksi yang simultan, semakin lama semakin lama dan semakin sering. Jika kontraksi tidak teratur, makin melemah atau hilang-timbul, bahkan tidak ada kontraksi sama sekali yang mengharuskan si ibu diinduksi dengan pemberian hormon oksitosin melalui infus atau prostaglandin melalui vagina. 
Selain 3 faktor tersebut, faktor psikis juga sangat berpengaruh, yaitu kondisi psikis si ibu.  Dukungan dari si ayah ataupun kerabat keluarga lain, sangat diperlukan demi kelancaran persalinan, selain tenaga medis yang menanganinya.  Hindarkan stres karena akan memengaruhi serviks dan menyebabkan ketegangan pada vagina sehingga persalinan menjadi tidak lancar.
Dari seluruh faktor diatas, indikasi persalinan normal, yaitu : panggul ibu normal, presentasi janin letak kepala, plasenta dan tali pusat normal, tidak ada kelainan jalan lahir seperti tumor (mioma, kista indung telur), tidak ada penyakit berat/spesifik pada ibu : jantung, asma berat, , minus tinggi, HIV, hepatitis. Namun ada satu hal yang perlu anda ingat mengenai hal ini, keputusan tersebut bisa saja berubah jika kondisi medis si ibu ataupun bayi tidak memungkinkan.
Operasi seksio, operasi caesarPersalinan melalui operasi caesar ada 2 jenis, yaitu operasi terencana (elektif) dan operasi segera (cito). Pada operasi caesar terencana (elektif), operasi caesar telah direncanakan jauh hari sebelum jadwal melahirkan dengan mempertimbangkan keselamatan ibu maupun janin. Beberapa keadaan yang menjadi pertimbangan untuk melakukan operasi caesar secara elektif, antara lain : bayi besar dengan perkiraan berat lebih dari 4 kilogram, kelainan letak janin (melintang, sungsang), kelainan janin (hidrosefalus yang ingin diselamatkan), plasenta previa (ari-ari menutupi jalan lahir), janin kembar dengan janin terbawah bukan letak kepala, evaluasi jalan lahir - panggul sempit, usia > 40 th dengan komplikasi seperti darah tinggi, diabetes, ibu dengan komplikasi berat (jantung,eklampsia), adanya hambatan dijalan lahir (kista dan miom besar), riwayat sesar 2 kali atau lebih, ketuban pecah lama, oligohidramnion (cairan ketuban sedikit).
Sedangkan operasi caesar segera (cito) adalah tindakan operasi yang hanya dilakukan jika terjadi kemacetan pada persalinan normal atau jika ada masalah pada proses persalinan yang dapat mengancam nyawa ibu dan janin. Beberapa keadaan yang memaksa terjadinya operasi caesar cito, antara lain : gawat janin, persalinan macet, ibu mengalami hipertensi dalam kehamilan (preeklamsia) dan ancaman kejang akibat eklamsia, serta terjadi pendarahan sebelum proses persalinan.
Bila Ibu bersalin secara caesar, maka ada beberapa hal ketidaknyamanan yang kelak dirasakan meski operasi dijalankan sesuai standar operasionalnya.  Beberapa hari pertama pascapersalinan, akan timbul rasa nyeri hebat yang kadarnya dapat berbeda-beda pada setiap Ibu.  Masa perawatan lebih lama, sehingga waktu rawat inap pun lebih lama, masa pemulihan lebih lama pula, bahkan terkadang beberapa ibu masih merasakan nyeri di sekitar luka bekas operasi meski persalinan sudah lewat beberapa tahun. Pada bekas jahitan akan muncul keloid atau bekas luka yang membentuk benjolan memanjang, sehingga menganggu estetika perut ibu. Jika tidak dirawat dengan baik, luka bekas operasi bisa terinfeksi. Selain itu risiko perdarahan lebih besar, dan biaya persalinan caesar lebih mahal.

Kenali Gangguan saat Hamil Muda


Kehamilan adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap wanita yang sudah menikah. Kehamilan merupakan hal yang istimewa karena setiap kehamilan memiliki keadaan yang tidak sama dengan kehamilan lainnya. Setiap ibu yang sedang hamil, tentunya menginginkan kehamilannya dalam keadaan yang normal tanpa adanya gangguan. Namun ada kalanya kehamilan tersebut berubah menjadi patologis. Ada beberapa kelainan yang dapat mengancam kesehatan ibu dan janin yang sedang dikandung selama masa hamil muda, terlebih lagi terdapat tanda perdarahan yang tidak normal. Berikut ini adalah penyebab perdarahan pada wanita hamil muda :

kenali gangguan saat hamil muda

Keguguran (abortus)
Keguguran atau abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum janin dapat hidup di dunia luar. Abortus juga diartikan sebagai berakhirnya kehamilan pada umur kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Secara umum, abortus dapat terjadi spontan dan buatan. Keguguran spontan sendiri sebabnya belum jelas, namun diketahui beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian abortus, misalnya gangguan perkembangan sel telur yang abnormal akibat kelainan genetik, faktor kondisi ibu seperti infeksi, penyakit-penyakit kronis (misalnya kelainan hormon), dan trauma (riwayat operasi atau kecelakaan saat hamil), serta adanya kelainan rahim seperti serviks yang inkompeten, tumor di rahim, kelainan bentuk rahim, dan sebagainya. Abortus buatan adalah keguguran yang disengaja, baik karena alasan medis ataupun tanpa alasan medis yang melanggar hukum.


gangguan abortus pada kehamilan

Tanda abortus adalah perdarahan, nyeri yang terus-terusan, bahkan keluarnya sesuatu seperti daging. Namun mungkin saja perdarahan tidak disertai rasa nyeri. Mengingat terdapat beberapa jenis abortus, maka ibu hamil muda dengan keluhan perdarahan harus segera memeriksakan kehamilannya. Karena sebisa mungkin kehamilan harus dipertahankan sampai usia kandungan cukup bulan dimana diharapkan seluruh organ tubuh bayi mencapai keadaan yang matang.
Untuk menentukan masih adanya kehidupan janin dilakukan dengan pemeriksaan ultrasonografi, dilihat gerakan denyut jantung janin dan gerakan janin. Namun jika kehamilan tidak bisa dipertahankan lagi, maka segera harus dilakukan tindakan medis karena dapat membahayakan keselamatan ibu. Tindakan yang dilakukan untuk mengeluarkan janin yang gugur atau jaringan yang tersisa dengan obat yang berefek menstimulasi kontraksi uterus serta dilakukan tindakan kuretase.
Setelah abortus, perlu diperiksa lebih lanjut mengenai penyebab abortus. Ibu diharapkan tidak hamil dalam waktu 3 bulan, untuk memberi kesempatan rahim kembali normal.

Kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik)

kehamilan ektopik gangguan saat hamil

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim/kandungan. Kehamilan dapat terjadi di tuba falopii (saluran telur), di ovarium (indung telur), di rongga perut, dan tempat lainnya. Paling sering kehamilan ektopik terjadi di saluran telur. Ada beberapa penyebab terjadinya kehamilan di luar rongga rahim, antara lain infeksi pada saluran telur, ada riwayat operasi saluran telur, adanya cacat bawaan, kehamilan ektopik sebelumnya, penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim, dan abortus buatan.
Kehamilan ektopik biasanya baru memberikan gejala-gejala yang jelas dan khas kalau sudah terganggu. Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu di daerah saluran telur adalah terlambat haid, nyeri perut di bagian bawah yang tiba-tiba dan sangat nyeri, kadang-kadang nyerinya lebih terasa di sebelah kiri atau kanan, keluarnya darah berwarna coklat tua dan sedikit, pusing dan bahkan bisa pingsan akibat perdarahan di dalam. Gejala lainnya yang juga dapat timbul antara lain adalah nyeri saat perut dipegang, pembesaran rahim (namun biasanya besarnya rahim lebih kecil dari usia kehamilan yang seharusnya), dan gangguan kencing.
Untuk mengetahui adanya kehamilan ektopik, perlu dilakukan pemeriksaan USG. Kehamilan ektopik tidak bisa diobati sebab jika dipertahankan akan membahayakan ibu sebab janin tersebut akan pecah dan memicu terjadinya pendarahan yang hebat dan dapat menyebabkan kematian pada ibu. Penanganan terhadap kehamilan ektopik adalah dengan mengakhiri kehamilan. Pengakhiran kehamilan dapat dilakukan melalui obat-obatan atau operasi. Untuk kehamilan dengan usia kehamilan beberapa minggu, operasi adalah tindakan yang lebih aman dan memiliki angka keberhasilan lebih besar daripada obat-obatan. Seseorang yang mengalami kehamilan ektopik memiliki risiko untuk terjadinya kehamilan ektopik pada kehamilan berikutnya, namun bukan berarti ibu tidak dapat mengalami kehamilan normal.

Kehamilan kosong (blighted ovum)
Kehamilan tanpa janin atau telur kosong adalah kehamilan yang tidak diikuti oleh pertumbuhan janin di dalam rahim, hanya berisi cairan. Pada kondisi blighted ovum kantung kehamilan akan terus berkembang, layaknya kehamilan biasa, namun sel telur yang telah dibuahi gagal untuk berkembang secara sempurna. Blighted ovum sering berakhir dengan abortus. Biasanya baru diketahui saat kehamilan memasuki usia pertengahan triwulan pertama, karena memang pada awalnya kehamilan berjalan baik dan normal tanpa ada tanda-tanda kelainan.
beda gambaran usg kehamilan normal dengan blighted ovum
 Faktor penyebabnya adalah kelainan kromoson atau gen pada sel telur atau sperma, infeksi pada ibu dan gangguan hormonal. Pemeriksaan USG dapat dipakai sebagai konfirmasi adanya kehamilan kosong ini. Pada dasarnya, kehamilan kosong tidak berdampak pada keselamatan si ibu. Dan tindakan yang dilakukan adalah kuretase. Blighted ovum tidak berpengaruh terhadap rahim ibu atau terhadap masalah kesuburan. Seseorang yang pernah mengalami blighted ovum dapat kembali hamil normal.

Kehamilan anggur (molahydatidosa)
Hamil anggur atau molahydatidosa adalah kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terbentuk akibat kegagalan pembentukan janin, dimana terjadi gangguan pertumbuhan plasenta. Istilah hamil anggur digunakan karena bentuk bakal janin tersebut mirip dengan gerombolan buah anggur. Penyebab penyakit ini belum diketahui pasti, namun diduga karena kelainan genetik, kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah rahim.
kehamilan anggur molahidatidosa

Tanda dan gejala pada hamil anggur adalah tidak ada gerakan janin, rahim lebih besar dari umur kehamilan, dan keluar gelembung cairan mirip buah anggur bersamaan dengan perdarahan. Pemeriksaan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan HCG (human chorionic gonadotrophin) urin atau serum untuk pemeriksaan kehamilan serta pemeriksaan USG. Hamil anggur bisa mengakibatkan krisis hormon tiroid dalam darah, yang juga dapat mengakibatkan kematian ibu.
Tindakan yang dilakukan untuk wanita yang masih ingin punya anak adalah dengan membersihkan rahim (kuretase). Sedangkan untuk yang tidak ingin punya anak, dapat dilakukan dengan pengangkatan rahim (histerektomi).

Mempersiapkan persalinan merupakan momen yang membahagiakan bagi calon ibu dan ayah. Meski demikian, tak jarang juga calon orang tua diliputi cemas yang berlebih mengenai bagaimana proses persalinan kelak berlangsung. Banyak hal yang harus dipersiapkan menjelang persalinan. Mulai dari persiapan mental, fisik, sampai finansial.

Persiapan ibu menjelang persalinan


Persiapan Fisik
Proses persalinan adalah proses yang melelahkan, untuk itu perlunya dilakukan persiapan fisik semenjak awal kehamilan hingga memasuki masa perkiraan melahirkan. Persiapan fisik berkaitan dengan masalah kondisi kesehatan ibu. Jika ditemukan riwayat darah tinggi atau asma berat, misalnya, berarti tidak bisa dilakukan persalinan normal, sehingga sejak awal kehamilan, sudah harus direncanakan kelahiran dengan operasi. Ibu dianjurkan makan makanan bergizi dan minum yang cukup banyak, istirahat yang cukup serta tetap melakukan aktivitas seperti berjalan pagi, atau kegiatan rumah lainnya. Selain itu ibu diwajibkan untuk melakukan imunisasi pada ibu hamil. Ibu juga perlu memahami gambaran jelas dan sistemis tentang jalannya persalinan, mengetahui teknik mengedan dan bernafas yang baik, sehingga alangkah baiknya bila ibu mengikuti kelas ibu hamil serta senam hamil. Persiapan fisik yang lain adalah rutinitas dalam memeriksakan kehamilan ke petugas kesehatan. Bagi ibu yang usia kehamilannya antara satu hingga enam bulan, disarankan memeriksakan diri sebulan sekali. Bila usia kehamilannya mencapai tujuh hingga delapan bulan disarankan memeriksakan diri setiap dua minggu. Dan kehamilan sembilan bulan hingga bersalin dianjurkan memeriksakan diri sekali dalam seminggu.
Persiapan psikologis
Salah satu yang harus dipersiapkan ibu menjelang persalinan yaitu hindari kepanikan dan ketakutan dan bersikap tenang. Dukungan dari orang-orang terdekat seperti suami, orangtua dan keluarga, adanya perhatian dan kasih sayang tentu akan membantu memberikan semangat untuk ibu yang akan melahirkan. Hal lain yang dapat membantu persiapan secara psikologis adalah dengan cara mencari pengetahuan seluas-luasnya tentang masalah kehamilan dan persalinan dengan membaca buku atau hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah kehamilan serta konsultasi kepada petugas kesehatan. Perasaan cemas pada ibu hamil bisa berdampak buruk terutama pada kesehatan ibu dan janin.
Persiapan finansial
Persiapan finansial bagi ibu yang akan melahirkan merupakan suatu kebutuhan yang mutlak harus disiapkan, sehingga dapat mencukupi kebutuhan selama kehamilan berlangsung sampai persalinan. Untuk itu sebaiknya Ibu sudah menganggarkan biaya untuk persalinan.
Selain persiapan tersebut, ada beberapa hal yang tidak kalah pentingnya, seperti mempersiapkan barang apa saja yang harus dibawa ke RS. Termasuk, siapa yang akan mendampingi, siapa penolong dalam persalinan, transportasi yang akan digunakan ke tempat melahirkan, siapa yang akan menjadi donor darah seandainya memerlukan transfusi darah, alternatif rumah sakit jika terjadi kesulitan, termasuk soal biayanya.

Tidak hanya itu, ibu juga harus mengetahui kapan harus ke menghubungi bidan, dokter ataupun langsung ke rumah sakit. Tanda awal persalinan dapat dikenali ibu hamil dengan adanya tanda akan melahirkan berikut ini :

    Tanda mau melahirkan
  1. Keluar lendir yang bercampur dengan darah. Warnanya biasanya kemerahan dan terkadang juga kecoklatan, tekstur lendir tersebut seperti ingus dan dikenal dengan istilah bloody show. Hal ini disebabkan adanya terjadinya proses pelunakan, pelebaran, serta penipisan mulut rahim ibu hamil.
  2. Pecahnya air ketuban.Ketuban ini membungkus janin dan di dalamnya terdapat cairan yang berfungsi sebagai bantalan agar janin bisa terlindungi dan juga membuat ia bebas bergerak dan tidak terkena gangguan dari luar. Cairan ketuban umumnya bening, tidak berbau dan akan terus keluar sampai ibu akan melahirkan. Bisa keluar secara cepat atau pun keluar sedikit demi sedikit (merembes). Jika air ketuban telah pecah, ibu segera ke dokter dalam waktu 24 jam untuk mendapatkan pertolongan persalinan karena air ketuban semakin lama semakin habis dan ini bila dibiarkan akan sangat berbahaya kepada janin yang dikandungnya.
  3. Rasa nyeri pada bagian perut. Nyeri ini bersumber dari tekanan panggul saat janin hendak turun ke arah tulang panggul.
  4. Kontraksi pada otot-otot rahim akibat dari peningkatan hormon oksitosin, bertujuan untuk mendorong janin keluar dari rahim secara perlahan. Kontraksi akan semakin sering dan durasi waktunya semakin singkat.

Setiap keluarga pastinya menginginkan hadirnya sang buah hati. Rumah tak kan lengkap tanpa canda tawa dan kelucuan mereka. Sebelum buah hati terlahir ke dunia, selama sembilan bulan seorang ibu akan mengandung, dan dalam periode tersebut banyak hal yang dapat terjadi. Kesehatan selama kehamilan adalah hal yang mutlak dan harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Kehamilan membutuhkan kewaspadaan dan penjagaan untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan oleh Ibu dalam menjaga kesehatan selama hamil :

Menjaga kesehatan saat hamil


Memeriksakan kehamilan secara rutin.
Pemeriksaan rutin bertujuan untuk mengetahui kondisi kehamilan dan kesehatan ibu dan bayi. Pemeriksaan berguna untuk mendeteksi dini jika ada komplikasi kehamilan, mengetahui berbagai masalah yang berkaitan dengan kehamilannya.Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan di dokter kandungan, bidan atau puskesmas dengan minimal pemeriksaan 4 kali selama kehamilan yaitu pada usia kehamilan trimester pertama, trimester kedua dan dua kali pada kehamilan trimester ke tiga.
Pola makan yang sehat.
Usahakan untuk makan rutin dengan menu seimbang, dengan lebih banyak sayur dan buah, lauk- pauk – daging merah, ayam, telur, ikan, kacang- kacangan serta segelas susu. Jika ibu hamil tidak bermasalahan dengan berat badan selama hamil, sedikit camilan pada jam-jam antara makan utama, diperbolehkan, pilih camilan sehat yang rendah lemak seperti keripik buah atau sari kacang hijau, dan sebagainya. Gunakan garam beryodium untuk masakan untuk mencegah kekurangan yodium.
Mengkonsumsi vitamin selama kehamilan
Periode kehamilan merupakan periode dimana terjadi peningkatan kebutuhan zat gizi secara dramatis pada wanita untuk mendukung perkembangan janin. Sering kali disarankan oleh dokter untuk membantu pemenuhan kebutuhan zat gizi ibu hamil terutama bila ibu hamil mengalami kesulitan makan karena mual. Minum suplemen zat besi, asam folat tiap hari untuk mencegah anemia pada kehamilan dan pendarahan pada saat melahirkan.
Imunisasi
Imunisasi pada Ibu HamilImunisasi yang dilakukan sebelum dan selama kehamilan merupakan tindakan preventif untuk meningkatkan kekebalan tubuh ibu terhadap infeksi parasit, bakteri, dan virus. Salah satu imunisasi yang wajib dilakukan oleh ibu hamil adalah TT. Imunisasi TT (tetanus toksoid) diberikan dua kali selama kehamilan, bertujuan untuk melindungi dari penyakit tetanus yang berbahaya bagi ibu dan juga bayinya. Tetanus dapat terjadi pada persalinan yang tidak higienis.
Olahraga saat Hamil







Tetap berolahraga
    Berolahraga agar tubuh tetap bugar dan tidak gampang terserang penyakit. Untuk olah raga ibu hamil sendiri mungkin memang sedikit berbeda dengan orang orang biasa. Untuk ibu hamil anda dapat melakukan beberapa olah raga ringan seperti senam ibu hamil, yoga atau jalan kaki rutin setiap hari minimal 10 menit. Membiasakan bergerak saat hamil, terutama di minggu-minggu terakhir kehamilan, akan membantu proses persalinan lebih mudah.
Istirahat
Bekerja saat hamil memang tidak dilarang bahkan dianjurkan untuk tetap aktif sebelum masa cuti melahirkan. Ibu hamil membutuhkan waktu istirahat yang lebih lama, dan saat istirahat itulah saat baik bagi perkembangan janin. Namun, disela-sela bekerja ibu hamil jangan lupa untuk istirahat. Setidaknya, pejamkan mata Anda 10-15 menit atau jika memungkinkan rebahkan badan Anda beberapa waktu. Usahakan untuk tidur tepat waktu dengan waktu tidur setidaknya 6 jam.
Hindari hal-hal yang membahayakan kehamilan
Ada beberapa hal yang perlu dihindari selama kehamilan, seperti hindari aktifitas yang berat, hindari rokok, obat-obatan tertentu, kafein, alkohol dan semua zat-zat yang bisa membahayakan kehamilan serta hindari stres. Semua hal ini dapat berefek buruk terhadap kesehatan ibu dan bayi.
Aktivitas seksual
Perhatikan aktifitas seksual suami dan istri, sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan. Aktifitas seksual harus dilakukan secara hati-hati (bahkan ada sebagian orang yang memilih stop sementara) jika kehamilan tersebut sangat beresiko tinggi seperti keguguran, ada riwayat melahirkan prematur, adanya pendarahan di dalam vagina, plasenta previa dan semacamnya.
Menjaga kebersihan
Bagi ibu hamil, kebersihan haruslah sangat diperhatikan, tidak hanya kebersihan tubuh dengan rutin mandi, mencuci rambut, dll. Perlu menjaga pula kebersihan makanan yang akan dimakan, kebersihan lingkungan termasuk udara, juga harus diperhatikan. Saat hamil, kita lebih banyak mengeluarkan keringat, dan sering buang air kecil, yang memungkinkan tubuh rentan terpapar bakteri dan jamur.
Tambah pengetahuan tentang kehamilan.
Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana caranya menjalani kehamilan yang sehat baik melalui buku, media kabar, televisi, internet, dan sebagainya.


Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Kanker ini merupakan jenis kanker yang paling banyak nomor tiga di dunia, dan merupakan penyebab kematian wanita dunia tertinggi akibat kanker. Bahkan di Indonesia saja, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker ini. Kanker ini sering ditemukan pada wanita usia diatas 40 tahun.
        Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam serviks atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara vagina dan rahim. Kanker ini terjadi apabila sel-sel serviks menjadi abnormal dan tumbuh secara tidak terkendali. Sel tersebut akan membentuk suatu tumor yang bersifat ganas. Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Sekitar 70% kejadian kanker serviks merupakan akibat dari HPV 16 dan HPV 18. Perjalanan dari infeksi virus menjadi kanker membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 10-20 tahun. Virus HPV ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, kebiasaan hidup yang kurang baik seperti kebiasaan merokok, seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini <16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko dua kali lebih besar terkena kanker serviks. Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, terlalu sering melahirkan (banyak anak).
Kanker serviks pada kebanyakan wanita tidak menunjukkan gejala, apalagi masih stadium awal. Gejala biasanya baru muncul sel kanker sudah menyusup ke jaringan di sekitarnya. Pada saat inilah akan timbul gejala seperti : Pendarahan tidak normal, yang bisa berupa pendarahan sesudah berhubungan intim, pendarahan abnormal di luar waktu haid, dan pendarahan sesudah menopause. Terasa sakit pada saat berhubungan seksual. Keputihan yang menetap dengan cairan berwarna kekuningan, coklat, kehitaman, mengandung darah atau berbau busuk. Dan apabila kanker sudah memasuki stadium lanjut, maka gejalanya pun akan bervariasi, seperti : penurunan berat nadan, nafsu makan berkurang, tampak kelelahan, nyeri panggul, punggung dan tungkai yang makin lama makin berat, tidak dapat buang air kecil, bocornya urin / air seni dari vagina, tulang yang rapuh sehingga terjadi patah tulang, dan sebagainya, tergantung organ yang terkena.
Ada sejumlah metode untuk mendeteksi atau mengetahui apakah seorang wanita terkena kanker serviks, antara lain:
1.         IVA. Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Merupakan deteksi dini yang dapat Anda lakukan di fasilitas kesehatan seperti di Puskesmas atau Rumah Sakit. Caranya dengan mengoleskan larutan asam asetat 3%-5% ke leher rahim, kemudian mengamati apakah ada perubahan warna pada serviks. Jika muncul bercak putih, berarti kemungkinan terdapat kelainan pada serviks dan harus dilakukan pemeriksaaan lanjutan.
2.         Pap Smear. Pap smear dapat mendeteksi 90% kasus kanker secara akurat dengan biaya yang cukup terjangkau. Tes ini dapat dilakukan kapan saja kecuali saat masa haid; setidaknya satu tahun sekali. Sebelum melakukan Pap smear, sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual dan tidak melakukan pencucian vagina dengan cairan apa pun dalam 24 jam sebelum pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter/bidan yang sudah terlatih, dengan cara mengambil contoh sel endoserviks. Kemudian hasil usapan tersebut diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui apakah ada sel abnormal, infeksi atau radang.
3.         Biopsi. Dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan atau luka pada serviks,  atau jika Pap smear menunjukkan suatu abnormalitas atau kanker.
4.         Kolposkopi. Pemeriksaan untuk melihat permukaan serviks dengan memasukkan yang bernama kolposkop ke dalam liang vagina. Alat ini akan mendeteksi adanya kelainann pada serviks. Biasanya tidak ada persiapan khusus sebelum kolposkopi. Sebelum pemeriksaan, dokter akan meminta untuk pasien mengosongkan kandung kemih dan saluran cerna.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan kanker serviks dapat dibagi menjadi :
1.       Stadium 1, bila sel kanker masih terbatas di serviks, dan ukuran kelainan < 3 mm.
2.    Stadium 2, sel kanker telah menyebar ke bagian atas vagina namun belum menyentuh dinding panggul.
3.      Stadium 3, sel kanker telah menyebar ke bagian bawah vagina dan dinding panggul.
4.     Stadium 4, sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening dan organ sekitar serviks yaitu kandung kemih dan dubur bahkan tersebar jauh ke hati, paru dan tulang.

Pengobatan kanker serviks sangat tergantung pada stadium penyakit dan kondisi kesehatan penderita. Pada stadium awal, pengobatan kanker serviks dilakukan dengan cara menyingkirkan bagian yang sudah terkena kanker. Misalnya dengan pembedahan listrik, laser atau cyrosurgery (membekukan dan membuang jaringan abnormal). Untuk pengobatan kanker serviks stadium lanjut, dilakukan terapi kemoterapi dan radioterapi. Pada stadium akhir atau kasus yang parah maka terpaksa dilakukan histerektomi, yaitu bedah pengangkatan rahim (uterus) secara total agar sel-sel kanker yang sudah berkembang dalam kandungan tidak menyebar ke bagian lain dalam tubuh.
Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap risiko kanker serviks.
1.        Jaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan cara konsumsi makanan bergizi dan pola hidup sehat.
2.   Sebelum menggunakan toilet di tempat umum, selalu bersihkan bibir kloset dengan alkohol.
3.      Hindari hubungan seks di usia dini. Hindari berhubungan badan dengan banyak partner karena HPV menular melalui hubungan seksual. Hindari berhubungan sex selama masa haid/menstruasi.
4.       Hindari merokok, karena penggunaan tembakau dapat menyebabkan kanker.
5.     Rutin melakukan skiring berupa pap smear atau IVA untuk deteksi kanker serviks secara dini, sebab bila terdeteksi pada stadium dini, tingkat kesembuhannya sangat tinggi.
6.    Vaksinasi dapat dilakukan pada perempuan usia 10-55 tahun dengan jadwal suntikan sebanyak 3 kali, yaitu pada bulan 0, 1 dan 6. Vaksinasi dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab utama kejadian kanker serviks serta memberikan perlindungan silang terhadap infeksi HPV lainnya, dengan tingkat proteksi >93%. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada perempuan muda sedini mungkin dan belum terpapar seks sebab sebagian besar infeksi HPV dimulai sejak usia muda. Disamping itu semakin dini mendapatkan vaksin, efektivitasnya pun semakin tinggi sebab tingkat imunitas tubuh serta pertumbuhan dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik. 


More

Whats Hot