Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan. Tampilkan semua postingan
SUPLEMENTASI VITAMIN A, PEMBERIAN DAN MANFAATNYA

Bulan Februari dan Agustus dikenal sebagai Bulan Vitamin A, dimana seluruh anak yang berusia 6 bulan sampai 59 bulan akan mendapatkan vitamin A gratis di Posyandu atau Puskesmas. Menurut data WHO, diperkirakan terdapat 250 juta anak pra-sekolah di seluruh dunia mengalami kekurangan vitamin A. Setiap tahun terdapat sekitar 250.000 – 500.000 anak mengalami kebutaan dan separuh anak ini kemudian meninggal dalam jangka waktu 12 bulan akibat kekurangan vitamin A. Di Indonesia program suplementasi vitamin A aktif dikampanyekan sejak tahun 1970-an dan masih terus digalakkan hingga saat ini.
Vitamin A atau retinol adalah salah satu vitamin yang larut dalam lemak, di dalam tubuh disimpan di hati. Vitamin A berfungsi dalam proses pembentukan dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit dan antibodi sehingga berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Vitamin A juga bermanfaat bagi kesehatan mata dan kulit, menjaga kesehatan mukosa saluran pernafasan, berperan dalam proses perkembangan embrio dan reproduksi. Vitamin A juga merupakan antioksidan kuat yang dapat menangkal radikal bebas berbahaya bagi tubuh.
Vitamin A pada anak, vitamin A pada ibu nifas, Vitamin A pada penyakit campak

Suplementasi secara berkala vitamin A dosis tinggi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan terhadap vitamin A, mencegah defisiensi vitamin A, dan untuk membangun cadangan vitamin A dalam hati. Pemberian 200.000 IU (dosisi tinggi) kepada anak usia 6-59 bulan akan memberikan pengaruh pencegahan selama 3 hinggga 6 bulan atau bergantung pada ketergantungan vitamin A dalam bahan pangan dan kecepatan dalam menggunakan vitamin tersebut. Selain itu pemberian vitamin A pada anak memberikan berbagai manfaat, diantaranya mengurangi angka kesakitan, mengurangi angka kematian akibat infeksi campak, diare, mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan, meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan infeksi, serta mencegah anemia.
Lantas bagaimana pada bayi dibawah usia 6 bulan, apakah juga diperlukan suplemen vitamin A ? Sesungguhnya pada bayi yang usianya belum genap 6 bulan, sumber vitamin A sepenuhnya diperoleh dari ASI, terutama bila ibunya mendapatkan suplemen vitamin A selama hamil dan setelah melahirkan. Namun jika pemberian ASInya tidak mencukupi dan selama hamil atau saat masa nifas, ibu tidak mendapatkan vitamin A, maka bayi dapat diberikan vitamin A dengan dosis 25.000 IU yang diberikan pada interval 2-3 bulan dengan maksimal pemberian 3 dosis, hingga bayi berumur 6 bulan dan bisa diberikan vitamin A dosis 100.000 IU (kapsul biru).
Suplementasi vitamin A juga diberikan kepada ibu nifas (ibu yang baru melahirkan hingga periode 6 minggu setelah melahirkan). Akibat kehilangan sejumlah darah saat proses persalinan, seorang ibu nifas dapat juga mengalami kekurangan vitamin A dalam tubuhnya. Sehingga pemberian vitamin A dosis tinggi dengan dosis 200.000 IU (kapsul merah) perlu dilakukan. Disamping itu pula, pemberian kapsul vitamin A pada ibu setelah melahirkan dapat meningkatkan status vitamin A dan jumlah kandungan vitamin tersebut dalam ASI. Dosis pemberiannya sebanyak dua kali, yaitu segera setelah melahirkan sebanyak satu kapsul 200.000 IU, dilanjutkan satu kapsul pada hari berikutnya minimal 24 jam sesudah kapsul pertama, dan tidak lebih dari 6 minggu kemudian. Dengan dosis ini maka akan menurunkan angka kematian pada ibu dan bayi, berkurangnya penyakit infeksi paska persalinan, mencegah gangguan penglihatan seperti rabun senja, mempercepat proses pemulihan dan mencegah anemia.
Pemberian vitamin A dosis tinggi selain diberikan pada anak usia dibawah 5 tahun setiap enam bulan, ibu hamil dan ibu nifas, juga diberikan pada keadaan tertentu seperti pada anak dengan kasus xeroftalmia, campak dan gizi buruk (marasmus, kwashiorkor dan marasmik kwashiorkor). Dosis pemberiannya disesuaikan dengan umur anak, diberikan pada hari pertama (saat ditemukan), hari kedua dan dua atau empat minggu kemudian.
Vitamin A ini diberikan secara gratis dan dapat diperoleh di seluruh sarana fasilitas kesehatan (rumah sakit, puskesmas, puskesmas  pembantu (Pustu), polindes/poskesdes, balai pengobatan, praktek dokter/bidan swasta), posyandu, sekolah Taman Kanak-kanak, Pos PAUD termasuk kelompok bermain, tempat penitipan anak, dan sebagainya.


Hipnoterapi adalah salah satu terapi komplementer yang memanfaatkan kondisi hipnosis (kondisi kesadaran khusus /altered state of consciousness) di mana pikiran berada dalam kondisi yang sangat reseptif terhadap sugesti sehingga dapat dilakukan perubahan atau modifikasi berbagai program pikiran dengan cepat, mudah, dan bersifat permanen.

Hipnoterapi dalam Dunia Kesehatan
    
Dalam bidang kedokteran, hipnoterapi merupakan suplemen terhadap proses penyembuhan pasien karena dapat membantu berbagai masalah yang berkaitan dengan pikiran dan emosinya, membuka pikiran pasien untuk dapat menerima kondisinya, mengatasi atau mengurangi keluhan yang berhubungan dengan penyakit yang diderita pasien seperti cemas, mual akibat kehamilan, nyeri, dan lain sebagainya.

            Berikut adalah masalah yang dapat diatasi dengan Hipnoterapi :
  • Kecemasan
  • Depresi
  • Migrain
  • Vertigo
  • Gangguan tidur seperti insomnia, mimpi buruk
  • Fobia
  • Berhenti merokok
  • Weight management
  • Stress management
  • Pain management
  • Dismenorea
  • Hiperemesis
  • Alergi dan asma
  • Dispepsia
  • Halusinasi
  • Infertilitas
  • Histeria
  • Minder, tidak percaya diri
  • Gangguan panik
  • Sering pingsan akibat non organik
  • Berbagai penyakit psikosomatis
  • Dan semua masalah yang disebabkan oleh pikiran atau emosi
Pada sesi Hipnoterapi, ada beberapa proses yang dilalui seorang klien dan hipnoterapis, meliputi wawancara, hypnotic training, tes sugestibilitas, penentuan strategi dan kontrak terapi, hipnoterapi dan terminasi. Dalam satu kali sesi terapi, waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam.

Untuk informasi mengenai Hipnoterapi, silakan hubungi
Klinik Ana
Jalan Dr. Ir. Sukarno – Tampaksiring
Telp. 0361 902210

Hipnoterapis :
dr. Ida Ayu Agung Dewi Sawitri, CHt

No. Telp. 085101456032



Menyapih (weaning) adalah suatu proses berhentinya masa menyusui yang dapat dilakukan secara bertahap atau seketika. Proses menyapih dapat disebabkan oleh berhentinya sang anak menyusu pada ibunya atau bisa juga sang ibu yang berhenti menyusui anaknya. Atau bisa juga keduanya. Menyapih memang menjadi masalah tersendiri bagi para Ibu. Banyak faktor yang mempengaruhi, bisa karena si ibu yang tidak tega, tidak tahu bagaimana caranya, atau takut dengan amukan si kecil. Sebenarnya tidak ada patokan kapan waktu yang tepat untuk menyapih. Namun WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga usia anak 2 tahun.

Tips menyapih ASI


Berikut beberapa tips untuk menyapih:
1.      Mantapkan keinginan. Sekali memutuskan untuk menyapih, Anda tidak boleh setengah-setengah. Misalnya sudah bebas menyusui 1 hari, jangan coba-coba menyusui lagi karena si kecil akan mengganggap Anda main-main.
2.      Sampaikan niat Anda pada anak.
Walau tampaknya anak belum mengerti sepenuhnya, namun sebenarnya ia dapat mengerti melalui perilaku dan emosi Anda. Ajak anak bicara pelan-pelan kalau ia sudah besar, sudah tidak pantas untuk menyusu. misal, “Sayang, minum susunya siang ini diganti dengan jus ya…. Rasanya lebih enak, sayang pasti senang. Ini ibu juga minum”
3.     Pilih waktu yang tepat. Sapih anak dalam keadaan sehat. Hindari saat anak sedang sakit, marah atau sedih, karena akan membuat anak semakin tertekan dan tidak bahagia.
4.     Pilih cara yang tepat. Jangan mengoleskan obat merah/memberi plester/jamu-jamuan pada puting susu. Bentuk pemaksaan seperti ini dapat menyebabkan keracunan pada anak sertaakan melukai hati anak, ia akan sedih, rewel, gelisah, yang membuatnya merasa tidak disayang, tidak diperhatikan, yang dikhawatirkan akan mengganggu kematangan emosinya. Sebaiknya lakukan secara perlahan dengan menawarkan makanan atau cemilan dan mengurangi frekwensi pemberian ASI dan.
5.     Lakukan secara bertahap. Proses penyapihan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan secara sengaja tidak memberikan ASI pada jam-jam yang tidak terlalu disukai bayi seperti saat bayi asik bermain. Lalu semakin dikurangi dengan hanya sekali atau dua kali saja menyusui, lama-kelamaan waktu menyusuinya semakin berkurang hingga nantinya bayi mulai terbiasa dengan tidak mengonsumsi ASI. Dimulai dari menyapih saat tidur siang saja karena siang hari lebih mudah mengalihkan perhatian si anak ketimbang di malam hari. Kendala selalu dihadapi adalah saat anak hendak tidur, karena biasanya menjelang tidur adalah saat dimana keinginan menyusu timbul paling kuat. Salah satu solusinya adalah dengan mengajak si anak bermain sebelum ia mau tidur, karena kalau sudah capek, tidurnya lebih cepat dan mudah, Kemudian cobalah bacakan cerita kesukaannya bila ia ingat ASI, sampai sianak tertidur, dengan demikian diharapkan anak tidak merasa ditolak, malah ia akan merasa semakin disayang, dan yang penting tetap dengan kasih.
6.      Alihkan perhatian anak / sibukkan anak dengan hal lain. Bisa dengan membacakan buku ke anak, bermain, bernyanyi, dsb. Hingga anak melupakan saat menyusu. Lakukan aktivitas menyenangkan antara ibu dan anak supaya ia tahu bahwa tak mendapat ASI bukan berarti tak dicintai.
7.      Dukungan suami dan keluarga. Penyapihan dapat berjalan lancar bila ada dukungan positif dari suami. Jika anak terbangun malam hari untuk minta ASI, usahakan agar ayah yang bangun untuk memberikan air putih dan mengajak kembali anak tidur dengan kata-kata yang lembut atau memberikan pelukan sampai anak tertidur. Bila Ibu yang datang menghampiri buah hati, besar kemungkinan anak akan menangis/merengek-rengek minta ASI.

Cara efektif menyapih bayi
8.      Berikan makanan bergizi atau susu formula untuk mencukupi kebutuhan gizi anak. Sediakan selalu buah dan cemilan sehat untuk bayi kita. Jika bayi kita minta menyusu, kita alihkan dengan memberi dia buah atau camilan sehat. Tambah pemberian MP-ASI sebanyak 3-4 kali sehari untuk mengurangi pemberian ASI pada siang hari.





Usia kandunganMengetahui usia kehamilan memang penting bagi ibu hamil, untuk dapat memperkirakan tafsiran kelahiran sehingga ibu dapat mempersiapkan persalinan secara matang dan baik. Usia kehamilan adalah panjang waktu kehamilan yang dihitung setelah hari pertama menstruasi terakhir dan biasanya dinyatakan dalam minggu dan hari. Ada pula istilah usia gestasi (gestasional age), yaitu usia janin yang sesungguhnya yang mengacu pada panjang waktu kehamilan yang dihitung dari masa pembuahan.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui usia kehamilan. Anda bisa memilih cara yang paling mudah dan mengkonfirmasi dengan hasil dari metode perhitungan lainnya untuk mengetahui umur kehamilan Anda.

1.      Hari pertama menstrusi terakhir.
Untuk metode ini, Anda harus tahu dan ingat dengan siklus menstruasi terakhir Anda. Usia kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir ibu dan bukan dari tanggal pembuahan. Tanggal menstruasi terakhir tersebut dianggap sebagai hari ke 0, berarti jika siklus menstruasi Anda 28 hari, maka pada bulan berikutnya Anda mengalami telat menstruasi 1 minggu, berarti usia kandungan Anda sudah 5 minggu.
Umumnya kehamilan yang normal berlangsung sekitar 40 minggu, maka metode ini dapat juga dipakai untuk menghitung perkiraan persalinan, yaitu dengan menggunakan Rumus Naegle,  yaitu dengan  menambah tanggal menstruasi terakhir dengan 7, dan mengurangi bulan menstruasi terakhir dengan 3, tahun ditambahkan 1. Contoh seseorang yang hari pertama menstruasi terakhirnya 22 Mei 2014, maka perkiraan persalinannya adalah (22+7=29), (5-3=2), (2014+1=2015), yaitu tanggal 29 Februari 2015. Sebagai catatan, untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3 seperti Januari, Februari dan Maret, maka bulannya tinggal ditambah 9 saja dan tahunnya tetap.
Namun sayangnya metode ini memiliki beberapa kekurangan. Menggunakan metode hari pertama menstruasi terakhir hanya bisa diterapkan pada wanita yang memiliki siklus menstruasi yang teratur yaitu 28-30 hari. Jika tidak, seringkali metode ini hasilnya kurang akurat. Disamping itu banyak wanita yang lupa atau memperkirakan hari pertama menstruasi terakhirnya sehingga usia kandungannya dan perkiraan usia kehamilannya pun sering salah.

2.      Gerakan janin.
Gerakan janin dapat digunakan untuk memperkirakan usia kandungan, dimana pada wanita yang hamil pertama kali, gerakan janin mulai dirasakan pada usia kandungan 18-20 minggu, sedangkan pada kehamilan kedua dan seterusnya, gerakan janin sudah mulai terasa pada usia kehamilan 16-18 minggu. Kekurangan metode ini adalah bersifat subjektif karena setiap ibu memiliki sensitifitas yang berbeda dalam merasakan gerakan janinnya. Disamping itu pula usia kehamilan baru bisa diperkirakan saat sudah memasuki bulan ke empat.

3.      Tinggi puncak rahim.
mengetahui usia kehamilan dengan pengukuran fundus uteriBiasanya dokter atau bidan akan melakukan pemeriksaan tinggi puncak rahim (fundus uteri) dengan cara meraba bagian yang menonjol dari rahim pada dinding perut, kemudian diukur dengan menggunakan meteran mulai dari tulang kemaluan hingga bagian tertinggi rahim.  Misalnya hasil yang diperoleh adalah 30 sentimeter, maka usia kehamilan Anda diperkirakan 30 minggu. Tinggi maksimal puncak rahim adalah 36 sentimeter, pada usia kehamilan 36 minggu dan kemungkinan tidak akan bertambah lagi meskipun mencapai usia kandungan 40 minggu. Hal ini dikarenakan pada usia kandungan 36 minggu ke atas, bagian terendah janin seperti kepala mulai memasuki pintu atas panggul sebagai awal dari proses persalinan.

Pengukuran tinggi puncak rahim ini juga bisa dipakai untuk mengetahui tafsiran berat janin, dimana hasil tinggi fundus uteri dikonversi ke dalam tabel sesuai dengan hasil pengukuran. Kekurangan dari metode ini adalah hasil pengukuran yang diperoleh sangat tergantung dari posisi janin, besar janin (contoh bayi besar), jumlah janin (hasil bisa berbeda antara hamil tunggal dengan hamil kembar),  keadaan air ketuban ( kurang cairan ketuban).

4.      Menggunakan Ultrasonografi (USG)
Metode ini tingkat akurasinya sekitar 95%, bahkan pada pada kasus dengan siklus menstruasi yang tidak teratur atau tanggal hari pertama menstruasi terakhir yang lupa.
USG paling dianjurkan untuk dilakukan karena dinilai akurat, aman dan memiliki banyak keuntungan. Waktu terbaik untuk memperkirakan usia kehamilan menggunakan USG adalah antara minggu ke-8 hingga ke-18 kehamilan. Dengan menggunakan USG, bukan hanya usia kandungan dan perkiraan persalinan yang dapat diketahui, tapi juga dapat dipakai untuk menilai kesejahteraan janin seperti pertumbuhannya, jumlah kehamilan, berat badan janin, jenis kelamin, mampu mendeteksi adanya kelainan konginetal pada janin, keadaan ari-ari (plasenta), keadaan tali pusat, keadaan air ketuban dan kelainan pada rahim.

USG untuk mengetahui umur kehamilan

Kekurangan metode ini adalah harus dilakukan oleh tenaga yang terlatih seperti dokter spesialis Obgyn, Anda juga perlu menyiapkan dana untuk melakukan USG, kadang hasilnya juga dipengaruhi oleh ketebalan lemak ibu atau posisi janin yang sedemikian rupa sehingga pengukuran menjadi sulit dilakukan.

Cara yang paling akurat untuk menentukan usia kehamilan adalah menggabungkan metode menggunakan hari pertama menstruasi terakhir dan mengkonfirmasikan usia kehamilan ini dengan pengukuran dari pemeriksaan USG dan metode lainnya.

Untuk mencegah kekerasan dan pelecehan pada anak, sebaiknya orang tua harus memberikan pendidikan seks dini sesuai dengan usia anak. Kebanyakan orang tua segan bicara soal seks dengan anak karena menganggap seks adalah sesuatu yang tabu. Padahal, dari sudut pandang psikologi, seks adalah sesuatu yang normal dan alami. Pendidikan seks dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Lebih awal lebih baik dan tentunya harus sesuai dengan porsinya masing-masing. Supaya menghindari rasa canggung, gunakan kesempatan sehari-hari untuk membahas tentang topik ini. Berikut beberapa cara hal yang dapat Anda ajarkan pada anak-anak :
  1.  Ajarkan anak untuk selalu terbuka dalam menyampaikan perasaannya. Buat anak selalu bercerita perasaannya baik saat senang, sedih, takut dan gembira. Orang tua pun wajib menyediakan waktu bagi anak untuk mendengarkan cerita dan pengalaman yang mereka alami. Sehingga tidak ada hal yang tidak Anda ketahui tentang anak.
  2.  Ajari sikap berani pada anak. Ajarkan anak-anak jangan takut jika diancam seseorang atau diiming-imingi imbalan tertentu. Tegaskan anak untuk berani melaporkan ancaman tindakan kekerasan kepada orang yang dapat melindunginya, seperti orang tua, petugas keamanan, guru di sekolah, Jika anak diperlakukan tidak baik oleh seseorang, dia harus berani menolak.
  3.  Ajari anak untuk membedakan antara orang asing, kenalan, sahabat, teman, kerabat atau saudara. Beritahu mereka agar tidak menerima ajakan atau pemberian dari orang asing, misalnya permen, uang, mainan, boneka, dan sebagainya. Bila ada orang tak dikenal menyentuhnya, sebaiknya segera menghindar atau menjauh dari orang tersebut.
  4. Ajari anak bagian tubuh pribadi. Ajarkan fungsi dan nama dari tiap organ tubuhnya. Tidak masalah jika ia menyebut vagina, penis atau payudara, bahkan Anda perlu menghindari menggunakan istilah untuk menyebut organ vitalnya seperti “burung”, “anu” dan sebagainya karena hal itu malah bisa membuat anak bingung. Pesankan bahwa bagian pribadi yang mereka miliki harus dijaga baik-baik dan tidak boleh dipegang sembarang orang. Jika seseorang mencoba memegangnya, ajarkan anak untuk berteriak dan lari sekencang-kencangnya.
  5. Ajari anak mengenai sentuhan. Hal ini sangatlah penting untuk diketahui anak. Berikan pengertian pada anak tentang sentuhan yang baik dan buruk. Sentuhan yang baik dilakukan secara halus pada bagian tubuh yang boleh disentuh dan dengan tujuan yang jelas , misalnya ciuman saat pamit ke sekolah, pelukan selamat datang dari sekolah, dan juga berjabat tangan dengan orang lain. Sentuhan yang buruk adalah sentuhan yang kasar, memaksa, dan menyentuh bagian yang dilarang. 
  6. Bagian atas yaitu kepala sampai ke pundak dan bagian bawah mulai lutut sampai kaki adalah bagian yang boleh disentuh oleh orang lain. Bagian perut dan dari paha ke lutut adalah bagian abu-abu. Bagian abu-abu artinya anak harus tetap waspada pada maksud dan tujuan sentuhan di bagian ini. Sedangkan bagian dada (perempuan) serta alat kelamin dan pantat adalah bagian yang sama sekali tidak boleh disentuh oleh siapa pun, dan kalau seseorang melakukan sentuhan di area ini, anak harus berani menolak.
  7.  Ajari anak untuk berpakaian yang sopan dan menutup aurat. Jangan berikan mereka perhiasan atau aksesoris yang berlebihan untuk melindungi anak dari kejahatan.
  8. Ajarkan anak tentang nilai-nilai agama. Nilai-nilai keagamaan perlu ditanamkan untuk menumbuhkan kejujuran, tanggung jawab, kebaikan pada anak.
  9. Bagi para orangtua perlu mengawasi semua kegiatan anak. Pengawasan orangtua sangat diperlukan untuk mencegah anak dari segala bentuk kejahatan. Awasi semua kegiatan anak, baik di rumah maupun di luar rumah.



Mengenali Tanda dan Gejala Kekerasan Seksual pada Anak

Akhir-akhir ini berbagai media massa sedang hangat memberitakan tentang berbagai kasus kekerasan pada anak. Secara sederhana kekerasan anak dibagi menjadi kekerasan secara fisik, verbal, emosional dan kekerasan seksual. Kekerasan seksual adalah segala bentuk tindakan atau ancaman tindakan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa, remaja, atau anak yang lebih tua pada anak berusia di bawah 18 tahun. Bentuk kekerasan seksual pun beragam, mulai dari memperlihatkan alat kelamin pada anak, rabaan di wilayah kelamin atau payudara, penetrasi vaginal/anal/oral, dipaksa untuk menjadi obyek pornografi. Anak-anak seringkali menjadi korban kekerasan karena mereka polos dan tak berdaya, apalagi jika berhadapan dengan orang-orang dewasa.
Pelaku pada umumnya adalah orang-orang terdekat atau yang dikenal korban, meskipun bisa saja dilakukan oleh orang yang baru atau tidak dikenal. Cara yang biasanya dilakukan adalah dengan bujukan (akan diberi permen/uang), tipuan (pura-pura diajak bermain atau untuk melipur pelaku), atau ancaman maupun paksaan dengan kekuatan fisik.
Gejala seorang anak yang mengalami pelecehan seksual tidak selalu jelas. Anak dapat berubah perilakunya seperti sangat takut kepada siapa saja atau pada tempat tertentu atau orang tertentu, adanya gangguan tidur (susah tidur, mimpi buruk), menarik diri, tampak murung atau depresi, mudah marah atau tersinggung serta berperilaku regresif, seperti mengisap jempol, mengompol, buang air besar tidak pada tempatnya dan sebagainya. Pada anak usia sekolah terkadang memperlihatkan tanda-tanda perubahan kemampuan belajar, seperti susah konsentrasi, nilai turun, telat atau bolos, hubungan dengan teman terganggu. Sedangkan pada remaja dapat timbul kelakuan yang merusak diri sendiri, pikiran bunuh diri, gangguan makan, melarikan din, berbagai kenakalan remaja, penggunaan obat terlarang atau alkohol, kehamilan dini, melacur, seks di luar nikah, atau kelakuan seksual lain yang tak biasa. Kadang anak juga menyampaikan adanya keluhan somatik seperti sakit kepala yang terus-menerus, lemas, sakit perut, sembelit tanpa sebab yang jelas.
Adanya luka yang tidak sesuai dengan cerita / kejadian, mungkin bisa menjadi petunjuk kearah kekerasan pada anak. Tanda-tanda fisik yang ditemukan dapat berupa memar atau pada alat kelamin atau dubur, nyeri saat kencing atau buang air besar, penyakit kelamin seperti gatal, keluar sekret atau perdarahan pada kelamin, dan memar pada mulut atau sakit kerongkongan tanpa penyebab jelas bisa merupakan indikasi seks oral. Dampak kekerasan pada anak bisa terjadi pada jangka pendek maupun jangka panjang, dari luka ringan hingga depresi mental, PSTD (Post Traumatic Stress Disorder) yang dapat terjadi selama bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup, hingga kematian.
Apabila kekerasan seksual sudah terlanjur dialami oleh anak, sebaiknya orangtua mengupayakan pertolongan medis dan melakukan pemeriksaan fisik terkait kemungkinan cedera yang dialami. Selain itu orangtua juga dapat mengupayakan pertolongan psikologis pada anak, melalui konseling maupun proses psikoterapi jika memang dibutuhkan. 

 Sebagai tindakan pencegahan terhadap kekerasan seksual pada anak-anak, dapat dilakukan pencegahan dengan cara memberikan pengertian pada anak agar tidak mengikuti bujukan atau rayuan untuk ikut bermain, pulang ke rumah, atau jalan-jalan bersama dari orang yang tidak dikenal. Selain itu orangtua hendaknya mulai memberikan pendidikan seks yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak sehingga diharapkan dapat meminimalkan risiko terjadinya kekerasan seksual pada anak.

More

Whats Hot